goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

AS Bantah Penurunan Cadangan Senjata Usai Lima Bulan Konflik dengan Iran

Togar PanjaitanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 02.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
AS Bantah Penurunan Cadangan Senjata Usai Lima Bulan Konflik dengan Iran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui para pejabat Gedung Putih dan Pentagon, secara tegas membantah berbagai laporan yang menyebutkan bahwa pasokan senjata ofensif dan defensif mereka telah merosot ke tingkat yang sangat berbahaya. Isu mengenai penurunan drastis cadangan persenjataan militer ini mencuat setelah pertempuran sengit selama lima bulan antara AS dan Iran. Kendati demikian, bantahan resmi dari otoritas pertahanan AS bertolak belakang dengan sejumlah laporan independen serta analisis militer yang memaparkan kondisi kritis persediaan amunisi negara tersebut.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Berdasarkan laporan dari CNN, militer AS dilaporkan telah menghabiskan sekitar 80 persen pencegat THAAD dan hampir separuh dari total persediaan pencegat Patriot mereka. Penurunan drastis ini tidak lepas dari dinamika konflik di lapangan. Pada bulan Juni lalu, Washington dan Teheran sebenarnya sempat menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan pertempuran. Namun, kesepakatan tersebut gagal bertahan, memicu gelombang serangan balasan dari kedua belah pihak yang berlangsung selama hampir dua minggu penuh dan menguras cadangan amunisi pertahanan udara AS.

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump menolak klaim bahwa negaranya tengah menghadapi krisis kekurangan senjata dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. Alih-alih mengakui adanya kekurangan, Trump justru menyalahkan mantan Presiden Joe Biden. Ia menuduh Biden telah membagikan amunisi pencegat Patriot secara gratis kepada Ukraina dan negara-negara di Eropa, yang menurutnya menjadi penyebab utama berkurangnya persediaan pertahanan udara AS.

Baca Juga

Rencana Revitalisasi Rusun Klender Menjadi Lebih dari 10.000 Unit Hunian

Rencana Revitalisasi Rusun Klender Menjadi Lebih dari 10.000 Unit Hunian

Kekhawatiran mengenai kerentanan sistem pertahanan udara AS semakin nyata setelah terjadinya serangan pada 17 Juli di pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania. Insiden tragis tersebut menewaskan tiga tentara AS setelah rudal-rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan militer milik AS dan Yordania. Menyusul kejadian itu, analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) tertanggal 27 Juli menghitung bahwa militer AS kini hanya menyisakan sedikit lebih dari sepertiga rudal Patriot dan sekitar separuh dari persediaan THAAD. Laporan dari The New York Times bahkan menyebutkan bahwa kekhawatiran atas menipisnya pasokan senjata inilah yang menjadi salah satu faktor penentu keputusan Trump untuk mundur dari eskalasi konflik yang lebih besar pada akhir Juli lalu.

Krisis ini tidak hanya melanda sistem pertahanan udara. Laporan terpisah dari Reuters dan CBS News mengungkapkan bahwa militer AS juga telah menghabiskan sebagian besar rudal ofensif jarak jauh mereka, yaitu ATACMS dan PrSM, yang masing-masing memiliki harga sangat mahal sekitar US$1 juta (setara Rp17,8 miliar) per unit. Mark Cancian, seorang pensiunan kolonel Korps Marinir AS yang kini menjabat sebagai penasihat senior di CSIS, menilai bahwa kekurangan amunisi ATACMS dan PrSM ini akan memaksa pasukan AS untuk beralih ke mekanisme alternatif seperti rudal JASSM atau Tomahawk. Lebih lanjut, Cancian memperingatkan bahwa setiap rudal AS yang digunakan dalam konflik ini secara langsung mengurangi ketersediaan senjata yang sangat dibutuhkan untuk menghalangi kekuatan China di masa mendatang. Di balik layar, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine dilaporkan telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai krisis persenjataan ini secara tertutup.

Baca Juga

Keluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera Melapor

Keluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera Melapor

Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah AS telah mengajukan anggaran pertahanan sebesar US$95 miliar (sekitar Rp1.692 triliun) untuk Tahun Anggaran 2027. Selain itu, mereka juga meminta dana tambahan sebesar US$21 miliar (sekitar Rp375 triliun) yang dialokasikan khusus untuk mengisi kembali gudang-gudang amunisi yang mulai kosong. Namun, proses pemulihan ini diprediksi tidak akan berlangsung cepat. CSIS memproyeksikan bahwa meskipun ada kucuran dana segar tersebut, militer AS akan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk memulihkan pasokan rudal mereka ke tingkat sebelum perang.

Di sisi lain, para pejabat tinggi pertahanan AS tetap bersikeras membantah adanya kepanikan di internal militer. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa militer AS tidak sedang menghadapi situasi kekurangan amunisi yang mengerikan. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dengan cepat menentang klaim CNN mengenai habisnya 80 persen pencegat THAAD. Melalui unggahannya di platform X pada hari Senin, Hegseth menyebut angka tersebut sama sekali tidak benar dan memalukan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika SerikatPentagonMiliter ASCSIS

Berita Terbaru Lainnya

Batas Maksimal 30 Persen Pendapatan Jadi Kunci Menjaga Cicilan Tetap AmanRencana Peluncuran Emas Digital Bank Jago dan Persetujuan RegulatorKasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Mengapa Eks Ketua Dewan Jadi Tersangka?Rencana Revitalisasi Rusun Klender Menjadi Lebih dari 10.000 Unit HunianKeluarga Penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang Hilang Diminta Segera MelaporKomitmen Pemerintah Membenahi Investasi Riset dan Pengembangan di IndonesiaRamalan Shio Monyet dan Ayam Jumat 7 Agustus 2026, Keuangan dan Dinamika KerjaKetentuan dan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap