Sebanyak 30 persen dari pendapatan rutin bulanan merupakan batas maksimal rasio utang yang aman bagi kondisi keuangan setiap individu. Angka ini menjadi patokan utama agar pembayaran kewajiban angsuran tidak menekan arus kas harian, terutama ketika sumber penghasilan utama mendadak terhenti atau berkurang di tengah jalan. Penekanan mengenai batas aman rasio utang ini juga diulas secara mendalam dalam episode bertajuk "Cicilan Masih Jalan, Tapi Ekonomi Mulai Goyang" yang tayang di kanal YouTube @hatikuningdotcom. Dalam tayangan tersebut, ketahanan finansial menjadi sorotan penting saat seseorang dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi.
Mengapa rasio utang maksimal ditetapkan sebesar 30 persen dari pendapatan bulanan?
Penetapan batas 30 persen dari pendapatan rutin berfungsi sebagai benteng perlindungan agar sisa arus kas bulanan tetap memadai untuk menopang kebutuhan pokok harian. Pendapatan rutin yang dialokasikan melebihi persentase tersebut akan mengurangi fleksibilitas keuangan secara signifikan. Apabila terjadi peristiwa tak terduga yang menghentikan alur gaji bulanan, porsi angsuran yang terlalu besar akan langsung menciptakan defisit anggaran dan berpotensi memicu kendala pelunasan kewajiban pada masa mendatang.








