Jakarta menjadi saksi penyampaian pandangan strategis mengenai masa depan serta arah kebijakan pangan nasional pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mengemukakan pandangannya secara mendalam mengenai urgensi pengembangan industri protein di Indonesia. Menurut penjelasan Panggah, upaya pengembangan industri protein nasional saat ini sudah seharusnya diarahkan pada pembukaan akses pasar yang jauh lebih luas dari sebelumnya. Langkah strategis berupa perluasan pasar ini dinilai menjadi salah satu instrumen paling krusial untuk memperkuat serta menarik arus investasi baru ke dalam sektor protein nasional secara berkelanjutan.
Dalam pemaparan lebih lanjut di Jakarta, Panggah Susanto memberikan perhatian khusus pada potret nyata dari struktur industri ayam di dalam negeri saat ini. Ia menjelaskan secara rinci bahwa industri tersebut sekarang hanya digerakkan oleh dua perusahaan besar saja. Kondisi ini menunjukkan adanya tingkat konsentrasi pasar yang sangat tinggi, di mana kedua korporasi raksasa tersebut mendominasi pasar domestik melalui investasi yang bersifat padat modal serta pemanfaatan teknologi tingkat tinggi. Keadaan dominasi ini memicu perlunya langkah-langkah terobosan agar struktur industri protein tidak melulu dikuasai oleh segelintir pelaku usaha besar dengan modal raksasa.








