Pernyataan mengenai pencapaian positif dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa rapor "oke" untuk kinerja dua tahun pemerintahan ini bukanlah sebuah klaim sepihak. Sugiat, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, memaparkan sejumlah indikator nyata untuk mendukung klaim tersebut. Salah satu bukti yang diajukan adalah hasil survei dari Indonesia Political Opinion (IPO) per 8 Agustus 2026, yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah telah mencapai angka 63 persen. Meskipun demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan besar karena pekerja di sektor informal yang rentan masih mendominasi dengan persentase mencapai 59,30 persen.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, pemerintah mengambil langkah strategis dengan tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan ini sengaja diambil demi melindungi daya beli masyarakat luas sekaligus menekan laju inflasi. Di sektor investasi dan pengelolaan keuangan negara, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mencatatkan pergerakan yang sangat positif. Dalam satu tahun terakhir, lembaga ini berhasil membukukan peningkatan kinerja finansial yang signifikan, yakni mencapai 300 hingga 400 persen. Perkembangan pesat








