goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Latar Belakang Saepul, Pelaku Mutilasi di Depok dan Kronologi Kasusnya

Joko PrabowoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 16.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Latar Belakang Saepul, Pelaku Mutilasi di Depok dan Kronologi Kasusnya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana awal mula pengungkapan kasus mutilasi tragis yang melibatkan seorang pria berinisial K di Depok? Pertanyaan ini terus membayangi publik setelah aparat kepolisian merilis identitas tersangka beserta latar belakangnya yang dinilai cukup mengejutkan banyak pihak. Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap tabir misteri kematian korban berinisial K yang berusia 51 tahun. Pelaku pembunuhan disertai mutilasi ini diidentifikasi sebagai seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Saepul. Kasus kriminal ini langsung menarik perhatian luas karena profil pelaku yang ternyata memiliki rekam jejak kehidupan yang sangat kontras dengan tindakan sadis yang dilakukannya terhadap korban.

Bagaimana kronologi penemuan jasad korban dan pelarian pelaku setelah melakukan kejahatan? Peristiwa memilukan ini terkuak setelah adanya penemuan mengerikan pada hari Selasa (4/8). Jasad korban K ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan dimasukkan ke dalam sebuah karung di sebuah lahan kosong. Penemuan tersebut seketika menggegerkan warga sekitar dan langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian untuk melacak pelaku di balik tindakan keji tersebut. Setelah melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap korban, Saepul sempat melarikan diri ke wilayah Pandeglang, Banten, untuk menghindari kejaran petugas sebelum akhirnya posisinya berhasil dilacak dan diringkus.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Bagaimana kehidupan sehari-hari Saepul sebelum dirinya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka? Di lingkungan sosialnya saat ini, Saepul dikenal sebagai seorang pedagang kecil yang mencari nafkah di kawasan transportasi publik. Sehari-hari, pemuda berusia 26 tahun ini menyambung hidup dengan berjualan pisang cokelat di sekitar Stasiun Pondok Cina yang terletak di Kota Depok. Pekerjaan sebagai penjual camilan ini dilakoninya secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebelum akhirnya aksi kejahatan yang dilakukannya terendus dan dihentikan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Belum Padam, TNI Angkatan Laut Turun Tangan

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Belum Padam, TNI Angkatan Laut Turun Tangan

Apakah benar pelaku pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik dan sempat muncul di program televisi nasional? Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian dan penelusuran rekam jejak masa lalunya, Saepul ternyata memiliki latar belakang pekerjaan yang terbilang jauh dari dunia kriminal. Di masa lalunya, ia pernah bekerja sebagai guru matematika di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) yang berlokasi di Pandeglang, Banten. Selain pernah mengajar matematika, sebuah rekaman video lama juga memperlihatkan bahwa Saepul pernah tampil di layar kaca sebagai peserta dalam ajang pencarian bakat di sebuah program stasiun televisi. Keikutsertaannya dalam program pencarian bakat di televisi tersebut didasari oleh niat tulus untuk membantu meringankan beban ekonomi ibunya yang sehari-hari bekerja mencari nafkah dengan berjualan sayuran di pasar.

Bagaimana awal mula pertemuan antara pelaku dan korban hingga akhirnya terjadi pembunuhan? Hubungan antara Saepul dan korban K yang terpaut usia cukup jauh ini berawal dari interaksi di dunia maya. Keduanya saling mengenal dan berkomunikasi untuk pertama kalinya melalui sebuah aplikasi media sosial bernama Hornet. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam milik tersangka. Dari hasil pengecekan gawai tersebut, polisi menemukan bukti digital bahwa tersangka Saepul tergabung dalam sebuah grup atau komunitas gay. Interaksi di platform digital khusus inilah yang kemudian mendekatkan mereka hingga berujung pada pertemuan fisik dan peristiwa pembunuhan tragis di Depok.

Baca Juga

Proses Verifikasi Klaim Legalitas Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Pondok Pinang

Proses Verifikasi Klaim Legalitas Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Pondok Pinang

Apa motif utama di balik aksi mutilasi ini dan bagaimana status hukum serta ancaman hukuman bagi pelaku? Hasil pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian menunjukkan bahwa aksi keji yang dilakukan oleh Saepul bukanlah tindakan spontan tanpa rencana. Menurut penjelasan kepolisian, Saepul sudah merencanakan dengan matang aksi pencurian barang-barang milik korban sekaligus pembunuhan terhadap korban K. Saat ini, Saepul telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum. Atas perbuatan kriminalnya yang terencana tersebut, Saepul dijerat dengan pasal terkait pembunuhan berencana dan kini terancam menghadapi hukuman mati.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

polda metro jayaKriminalMutilasi Depok

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Belum Padam, TNI Angkatan Laut Turun TanganProses Verifikasi Klaim Legalitas Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Pondok PinangRapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kinerja, Investasi, dan Catatan KritisPenyelidikan Kematian Sutrimo dan Pemeriksaan Staf Kejaksaan AgungKrisis Solar Menghantam Petani Kelapa Sawit Sumatra dan KalimantanPemangkasan 652 Perusahaan BUMN demi Efisiensi dan TransformasiRupiah Menguat ke Rp 17.890 per Dolar AS Saat Isu Pemilihan Gubernur BI Jadi PerhatianKinerja Positif Pasar Saham Indonesia dan Pertumbuhan Jumlah Investor

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026