Deteksi terhadap 14 pesawat militer dan sembilan kapal perang China oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada hari Rabu mengiringi dimulainya latihan tempur tahunan Han Kuang. Di tengah bayang-bayang peningkatan aktivitas militer asing di sekitar wilayahnya, Presiden Taiwan Lai Ching-te dievakuasi menggunakan kendaraan pengangkut personel lapis baja pada larut malam menuju pusat komando militer. Evakuasi darurat ini merupakan bagian penting dari rangkaian latihan perang Han Kuang selama 10 hari yang resmi dimulai pekan ini untuk menguji kesiapan pertahanan pulau tersebut menghadapi potensi invasi.
Mengapa Presiden Taiwan harus dievakuasi menggunakan kendaraan lapis baja dalam simulasi ini?
Kantor kepresidenan merilis sebuah potret resmi pada hari Kamis yang memperlihatkan Presiden Lai Ching-te mengenakan rompi pelindung tubuh dan helm militer saat memasuki bagian belakang kendaraan lapis baja. Juru bicara kepresidenan, Karen Kuo, menjelaskan kepada publik bahwa Presiden Lai beserta timnya sedang melakukan simulasi komando operasi pertahanan negara. Manuver taktis larut malam tersebut menandai partisipasi perdana Lai sebagai presiden sejak resmi menjabat pada tahun 2024. Simulasi evakuasi darurat dan pengamanan pemimpin negara ini dijalankan dalam skenario khusus yang oleh pemerintah setempat dinamakan sebagai rencana 'Wan Chun'.








