Kawasan Dukuh Atas di jantung Jakarta tidak pernah sepi dari derap langkah kaum komuter. Setiap hari, ribuan orang berlarian mengejar jadwal kereta, menyeberang jalan raya yang padat, atau berpindah dari satu halte ke stasiun lainnya. Sebagai simpul transportasi terpadu yang dirancang untuk mengakomodasi enam moda transportasi publik, kawasan ini menuntut konektivitas yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman bagi pejalan kaki. Menjawab tantangan tersebut, proyek infrastruktur ambisius bernama Pedestrian Deck Dukuh Atas








