Kerja sama lintas negara antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) membuahkan hasil signifikan dalam penanganan kejahatan siber global. FBI memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Polri dan PPATK dalam membongkar kasus penipuan bermodus Business Email Compromise (BEC) yang menyasar perusahaan asal Amerika Serikat, IQ Power Tool. Perwakilan FBI, Son Nguyen, menyampaikan rasa terima kasih secara langsung di Mabes Polri, Jakarta, atas tindakan tegas yang berhasil menyelamatkan sebagian besar dana korban dari total kerugian sebesar USD 350.325 atau sekitar Rp 5,7 miliar.
Proses penipuan ini berjalan melalui skema manipulasi komunikasi digital yang terencana. Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Deddy Supriadi, menjelaskan bahwa pengungkapan perkara bermula dari laporan pihak FBI setelah IQ Power Tool menjadi korban penipuan. Pelaku utama yang diidentifikasi sebagai CW, seorang warga negara China yang saat ini masih diburu, meretas komunikasi email antara IQ Power Tool dan Duro Machinery Corp, sebuah perusahaan asal China yang bergerak di bidang jual-beli perangkat keras komputer. CW kemudian membuat alamat email tiruan yang sangat menyerupai email resmi perusahaan untuk mengalihkan tujuan transfer pembayaran ke rekening penampung yang telah disiapkan sebelumnya.
Rencana Insentif Pajak Pemerintah untuk Mempercepat Proyek Geothermal di Indonesia

Untuk menampung uang hasil kejahatan tersebut, sindikat ini membangun infrastruktur keuangan palsu di Indonesia. Tersangka LPK (56), seorang warga negara Indonesia, bersama LJ (46), warga negara China, bekerja di bawah arahan langsung dari CW. LPK mendirikan perusahaan fiktif bernama PT Aksesoris Andalan Bersama (AAB) sebagai wadah penampungan dana. Dalam melegalkan perusahaan fiktif tersebut, LPK memanfaatkan identitas anak kandungnya sendiri. Atas peran mereka dalam memfasilitasi transaksi ilegal ini, LPK dan LJ dijanjikan bagian sebesar 5 persen dari setiap dana hasil penipuan yang berhasil masuk ke rekening penampung.
Upaya penyelamatan dana dilakukan melalui deteksi cepat aliran transaksi mencurigakan sebelum uang tersebut dilarikan ke luar negeri. Setelah IQ Power Tool mentransfer dana sebesar USD 350.325 ke rekening PT Aksesoris Andalan Bersama, sindikat ini berencana untuk segera memindahkan dana tersebut ke sebuah rekening bank di China. Namun, langkah ini berhasil diantisipasi oleh PPATK yang memantau adanya aktivitas transaksi tidak wajar. PPATK langsung melakukan pemblokiran rekening tersebut. Saat pemblokiran berhasil dilakukan, dana yang tersisa di dalam rekening adalah sebesar USD 285.859 atau berkisar Rp 5 miliar, sehingga sebagian besar kerugian korban dapat diselamatkan.
Polri Bantah Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah Terkait Izin Penggeledahan dari Jaksa Agung

Kasus ini menunjukkan pentingnya respons cepat dan integrasi data keuangan antara lembaga penegak hukum domestik dan internasional dalam menghadapi ancaman Business Email Compromise. Saat ini, Polri telah menahan LPK dan LJ yang terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara, sementara pengejaran terhadap CW terus dilakukan. Keberhasilan pengungkapan ini menjadi rujukan penting mengenai langkah-langkah sinergi antara laporan intelijen asing, penegakan hukum siber, dan pemblokiran transaksi keuangan guna menghentikan laju aliran dana kejahatan siber lintas batas secara efektif.






