goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Kolaps dan Dampaknya bagi Ekonomi

Nyaring JalungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.04 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Kolaps dan Dampaknya bagi Ekonomi
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Sektor konstruksi merupakan salah satu pilar utama yang terus menopang pergerakan perekonomian di Indonesia. Berdasarkan indikator ekonomi nasional, kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada kisaran 9,48% hingga 10,43%. Selain menyumbang angka yang sangat signifikan bagi pendapatan domestik bruto, industri ini juga memiliki peran krusial dalam penyediaan lapangan pekerjaan karena mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 35 juta orang. Namun, di balik kontribusi besar tersebut, industri konstruksi nasional saat ini sedang menghadapi tekanan berat yang secara langsung mengancam kelangsungan bisnis para pelakunya.

Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) mencatat bahwa puluhan perusahaan konstruksi yang berada di bawah naungan asosiasi kini terancam kolaps. Tekanan hebat yang melanda industri ini berdampak langsung pada operasional para anggota. Dari total 117 perusahaan konstruksi yang terdaftar sebagai anggota resmi AKI, setidaknya terdapat 20 perusahaan atau sekitar 19% yang kelangsungan usahanya kini berada dalam kondisi kritis dan terancam tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Kondisi industri konstruksi yang tertekan ini semakin diperburuk oleh dinamika geopolitik internasional. Meletusnya perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menjadi pemicu utama memburuknya situasi pasar. Konflik antarnegara tersebut memicu lonjakan harga energi secara global yang berdampak hingga ke dalam negeri. Dalam periode antara 28 Februari hingga 1 Juli 2026, harga minyak dunia tercatat mengalami kenaikan yang sangat tajam, yakni sebesar 37,41%. Kenaikan harga minyak dunia ini sejalan dengan lonjakan harga solar industri yang mencapai 41,52% pada periode yang sama.

Baca Juga

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Dampak dari kenaikan harga energi tersebut dengan cepat merembet pada melambungnya biaya bahan baku utama untuk kebutuhan konstruksi. Masih dalam rentang waktu yang sama, harga besi beton mengalami kenaikan sebesar 27,78%, sementara harga aspal naik sebesar 23,85%. Lonjakan harga komponen-komponen material penting ini menjadi pukulan berat bagi para pengusaha. Hal ini menjadi masalah yang sangat serius mengingat margin keuntungan yang diperoleh perusahaan konstruksi umumnya sangat tipis, yakni hanya berkisar antara 2% hingga 3%. Kenaikan biaya yang drastis ini tentu sangat membebani keuangan perusahaan.

Sebagai langkah penyelesaian atas masalah lonjakan biaya, AKI telah mengajukan surat permohonan kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga kontrak konstruksi akibat naiknya harga bahan bakar minyak industri. Namun, hingga saat ini, surat permohonan penyesuaian harga kontrak tersebut belum mendapatkan respons yang positif dari pemerintah. Kondisi ini membuat perusahaan konstruksi berada pada posisi yang sulit karena harus menanggung sendiri beban kenaikan biaya pelaksanaan proyek.

Selain masalah kenaikan harga material dan energi, kendala arus kas juga menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha para kontraktor. Masalah likuiditas ini dipicu oleh terlambatnya pembayaran restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%. Berdasarkan aturan yang berlaku, proses restitusi PPN seharusnya diselesaikan dalam waktu maksimal 12 bulan sejak seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Namun, keterlambatan pencairan restitusi bagi perusahaan konstruksi ini dilaporkan sudah terjadi sejak setahun lalu, sehingga mengganggu arus kas perusahaan.

Baca Juga

Pergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan

Pergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan

Apabila ditotal berdasarkan jumlah 117 anggota AKI, nilai dana restitusi perusahaan konstruksi yang masih tertahan di pemerintah diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah. Ketua Umum AKI, Djoko Sarwono, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya menghubungi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk mengadukan persoalan tersebut. Kendati demikian, surat permohonan dan keluhan mengenai tertahannya dana triliunan rupiah itu belum menemui titik terang hingga saat ini.

Melihat situasi industri yang kian mendesak, Djoko Sarwono meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan diskresi. Langkah cepat ini dinilai sangat perlu untuk melindungi industri konstruksi dari ancaman kebangkrutan massal. Kondisi industri saat ini sangat berisiko mendorong terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, langkah perlindungan dari pemerintah sangat dinantikan agar sektor yang menampung puluhan juta pekerja ini dapat terus bertahan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KonstruksiAsosiasi Kontraktor IndonesiaKementerian Pekerjaan UmumRestitusi PajakPPN

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Badan Gizi Nasional Mengusut Dugaan Pelanggaran Ribuan Dapur SPPGPerlindungan Jemaah Umrah dari Penipuan dan Sanksi Tegas Kemenhaj bagi Agen NakalJadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaTata Cara dan Syarat Pendaftaran Upacara HUT RI 17 Agustus 2026 di Istana MerdekaPrestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank JakartaPrabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di JakartaCara Mengetahui Daftar 10 Bank yang Tutup per Juli 2026 dan Memahami Proses PenyelesaiannyaPergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap