goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Prabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di Jakarta

Yohanes IpoiDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.46 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di Jakarta
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti tantangan besar yang kerap dihadapi oleh negara-negara dengan kekayaan alam melimpah. Dalam sebuah pertemuan resmi bersama jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat (31/7), Presiden menyinggung sebuah fenomena yang sering disebut sebagai kutukan sumber daya alam

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
. Fenomena ini merujuk pada situasi di mana sebuah negara yang dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar justru menemui kegagalan dan tidak mampu berkembang menjadi sebuah negara yang besar serta maju. Peringatan ini disampaikan sebagai bahan refleksi bagi arah pembangunan nasional di masa depan.

Dalam pemaparannya di hadapan para pelaku usaha tersebut, Presiden Prabowo secara khusus menguraikan konsep mengenai negara gagal atau failed state. Menurut penjelasan beliau, sebutan negara gagal ini berlaku bagi bangsa yang sejatinya memiliki sumber daya melimpah namun justru gagal dalam memanfaatkannya untuk kemajuan. Kondisi kegagalan tersebut dinilai akan menjadi jauh lebih buruk dan berat apabila dialami oleh sebuah negara yang memang sejak awal tidak memiliki sumber daya alam sama sekali, serta tidak mempunyai kelebihan-kelebihan lain yang dapat diandalkan untuk menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, Presiden memberikan catatan penting bahwa wilayah-wilayah di bumi yang dianugerahi kekayaan alam berlimpah sering kali justru menjadi sasaran empuk bagi pihak-pihak luar. Hal inilah yang mendasari munculnya istilah kutukan sumber daya alam bagi kawasan tertentu. Sebagai contoh konkret dari fenomena tersebut, beliau merujuk pada situasi sejarah yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut dikenal sangat kaya akan cadangan gas, minyak bumi, serta berbagai kandungan mineral berharga lainnya. Namun, akibat kekayaan alam yang melimpah ruah itu, kawasan Timur Tengah justru menjadi arena konflik dan peperangan yang terus berkecamuk selama ratusan tahun, alih-alih menjadi kawasan yang damai dan sejahtera.

Baca Juga

Cara Kerja Jaringan Buzzer Berbayar dan Langkah Penegakan Hukumnya

Cara Kerja Jaringan Buzzer Berbayar dan Langkah Penegakan Hukumnya

Berkaca dari sejarah peradaban manusia tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa proses pembangunan sebuah bangsa merupakan sebuah perjalanan yang sangat panjang. Oleh karena itu, pembangunan nasional tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan harus dipandang dan dijalankan sebagai sebuah proses pembangunan lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa sejarah telah memberikan pelajaran berharga bahwa sektor ekonomi sama sekali tidak bisa dipisahkan dari aspek-aspek lainnya, seperti politik, kebudayaan, dan bahkan unsur keagamaan. Keterkaitan erat antar berbagai sektor ini menjadi fondasi yang sangat mutlak untuk memastikan stabilitas dan kemajuan jangka panjang bagi sebuah negara.

Untuk mewujudkan negara yang berhasil dan terhindar dari ancaman kutukan sumber daya alam maupun jerat negara gagal, Presiden menekankan satu syarat utama, yakni perlunya sinergitas yang kuat di antara seluruh elemen pemimpin bangsa. Beliau secara tegas menyoroti pentingnya kerja sama dan kolaborasi yang erat antarsesama elit di dalam negeri. Berdasarkan pengamatan sejarah, seluruh negara yang berhasil mencapai tingkat kemajuan yang tinggi selalu didukung oleh para elit yang bersatu padu. Sebaliknya, karakteristik utama yang lazim ditemukan di negara-negara yang gagal adalah kondisi di mana para elitnya terpecah belah satu sama lain.

Baca Juga

Kemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi untuk Perkuat Kompetensi Pranata Humas

Kemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi untuk Perkuat Kompetensi Pranata Humas

Kelompok elit yang dirujuk oleh Presiden Prabowo dalam konteks kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada satu golongan saja, melainkan mencakup berbagai elemen strategis di tengah masyarakat. Golongan elit tersebut meliputi elit politik, elit agama, elit ekonomi, kaum intelektual, hingga kelompok buruh. Persatuan dari seluruh kelompok ini dianggap sebagai kunci utama penentu nasib bangsa. Dengan terjalinnya sinergi dan kekompakan yang solid di antara seluruh elemen elit tersebut, diharapkan bangsa Indonesia mampu mengelola seluruh kekayaan alamnya secara bijaksana demi kemajuan bersama, sekaligus menjauhkan diri dari ancaman menjadi negara yang gagal.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoEkonomi IndonesiaKadinSumber Daya AlamIstana Negara

Berita Terbaru Lainnya

Peran Penting Bantul Innovation Award dalam Mendorong Budaya Inovasi DaerahKebakaran Gedung Sarana Olahraga Golf di Pangkalan Jati Depok Hanguskan Belasan Mobil GolfPanduan Penanganan dan Pelaporan Kebakaran Berdasarkan Insiden Hotel PullmanCara Kerja Jaringan Buzzer Berbayar dan Langkah Penegakan HukumnyaKemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi untuk Perkuat Kompetensi Pranata HumasMotif Pembacokan Petugas Valet oleh Penagih Utang di Surabaya TerungkapKomisi IX DPR Pertanyakan Klaim Menkes soal 112 Juta Warga Kurang GiziPeran Karang Taruna dalam Program Pengentasan Kemiskinan Kementerian Sosial

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap