Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya akhirnya mengungkap motif di balik aksi kekerasan mematikan yang menimpa seorang petugas parkir valet. Insiden yang melibatkan kelompok penagih utang atau debt collector ini memicu perhatian luas. Penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa pemicu utama kekerasan ini adalah percekcokan saat proses penarikan kendaraan bermotor yang menunggak cicilan. Kasus pembacokan ini semakin menjadi sorotan publik karena korban diketahui merupakan anggota organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan kepolisian, rentetan kejadian ini berawal pada hari Sabtu (25/7). Saat itu, pelaku utama berinisial SL yang berusia 36 tahun berencana menarik sebuah mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT. Kendaraan bermotor dengan nomor polisi W 1508 AW tersebut diketahui sedang terparkir di area parkir salah satu tempat hiburan malam yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. SL bersama tiga orang rekannya mendatangi lokasi tersebut dan menanyakan keberadaan pemilik kendaraan kepada petugas sekuriti setempat. Petugas sekuriti menjelaskan bahwa mobil tersebut dibawa oleh seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan bagian dari tim DJ HCI.








