goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Tren Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih Indonesia dan Analisis Penyebabnya

Agus KusumaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 11.27 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Penurunan Produksi Minyak Kayu Putih Indonesia dan Analisis Penyebabnya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

JAKARTA - Minyak kayu putih merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang memiliki peran sangat penting di Indonesia. Komoditas ini tercatat secara resmi sebagai bahan baku utama yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri penting di tanah air. Berdasarkan data yang ada, ketersediaan minyak kayu putih menjadi perhatian khusus karena posisinya yang masih menjadi bahan baku penting bagi industri farmasi. Selain industri farmasi, sektor kesehatan secara umum juga sangat mengandalkan pasokan komoditas hasil hutan bukan kayu ini untuk berbagai keperluan produksi. Tidak hanya itu, industri yang memproduksi produk perawatan rumah tangga di Indonesia juga bergantung pada pasokan minyak kayu putih. Ketergantungan berbagai sektor industri terhadap komoditas ini menjadikan stabilitas pasokannya sebagai hal yang krusial bagi kelangsungan proses produksi di sektor farmasi, kesehatan, maupun perawatan rumah tangga. Namun, kondisi pasokan komoditas penting ini sedang mendapat sorotan akibat adanya laporan mengenai tren penurunan tingkat produksi nasional yang terjadi secara berturut-turut.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Laporan resmi mengenai tren penurunan produksi komoditas ini dicatat secara langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tren penurunan produksi minyak kayu putih Indonesia yang cukup signifikan dalam beberapa periode terakhir. Berdasarkan pencatatan data tersebut, volume produksi minyak kayu putih secara nasional pada tahun 2022 mengalami penyusutan. Pada tahun 2022, angka produksi minyak kayu putih tercatat turun menjadi 64.133,04 ton. Angka produksi sebesar 64.133,04 ton pada tahun 2022 ini lebih rendah jika dibandingkan dengan periode pencatatan sebelumnya yang berada di angka 67/52 ton. Penurunan volume dari sebelumnya 67/52 ton menjadi 64.133,04 ton ini menjadi indikator awal yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai adanya tantangan dalam menjaga tingkat produksi komoditas hasil hutan bukan kayu tersebut di wilayah RI.

Tren penurunan produksi yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata tidak berhenti pada pencatatan tahun 2022 saja. Pada tahun berikutnya, kondisi produksi minyak kayu putih di Indonesia justru menunjukkan angka yang makin merosot. Berdasarkan data yang dilaporkan, produksi komoditas hasil hutan bukan kayu ini pada tahun 2023 mengalami penurunan yang lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi minyak kayu putih pada tahun 2023 makin merosot dengan jumlah produksi yang hanya mencapai 41.990,93 ton. Angka produksi tahun 2023 yang hanya sebesar 41.990,93 ton ini menunjukkan penyusutan yang berlanjut dari angka 64.133,04 ton pada tahun 2022. Merosotnya produksi menjadi hanya 41.990,93 ton pada tahun 2023 ini semakin menegaskan adanya tren penurunan yang berkelanjutan pada pasokan bahan baku penting untuk industri farmasi, kesehatan, dan produk perawatan rumah tangga di Indonesia.

Baca Juga

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan Kawasan

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan Kawasan

Merosotnya angka produksi minyak kayu putih di Indonesia ini terjadi akibat beberapa faktor utama di lapangan. Salah satu faktor penyebab yang disoroti adalah terjadinya perubahan cuaca. Perubahan cuaca ini membawa dampak langsung terhadap keseluruhan proses yang berkaitan dengan komoditas tersebut. Kondisi perubahan cuaca tercatat mengganggu kelancaran proses produksi minyak kayu putih. Gangguan pada proses produksi akibat perubahan cuaca ini pada akhirnya berdampak pada volume akhir yang dihasilkan. Selain mengganggu proses produksi itu sendiri, faktor perubahan cuaca juga memberikan pengaruh terhadap hasil akhir dari komoditas ini. Perubahan cuaca diketahui turut mengganggu kualitas minyak kayu putih yang diproduksi. Oleh karena itu, faktor cuaca menjadi salah satu kendala penting yang menyebabkan produksi komoditas hasil hutan bukan kayu ini tidak dapat mencapai angka yang diharapkan.

Selain faktor perubahan cuaca yang mengganggu proses produksi maupun kualitas minyak, terdapat faktor lain yang juga menyebabkan anjloknya produksi minyak kayu putih RI. Faktor lainnya adalah kurangnya teknologi penyulingan yang digunakan dalam proses pengolahan. Proses penyulingan merupakan tahapan penting untuk menghasilkan minyak kayu putih dari bahan mentahnya. Namun, kurangnya teknologi penyulingan yang memadai di Indonesia saat ini membuat proses ekstraksi tersebut tidak berjalan secara maksimal. Karena kurangnya teknologi penyulingan, produksi minyak kayu putih secara keseluruhan menjadi tidak maksimal. Keterbatasan dalam aspek teknologi penyulingan ini menjadi hambatan tambahan di luar faktor cuaca, yang secara bersama-sama berkontribusi pada tren penurunan produksi nasional seperti yang telah dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 dan tahun 2023.

Baca Juga

Membedah Kinerja dan Strategi Pertumbuhan Telkom pada Semester I 2026

Membedah Kinerja dan Strategi Pertumbuhan Telkom pada Semester I 2026

Anjloknya produksi minyak kayu putih di Indonesia beserta efek buruk dan penyebabnya ini telah menjadi topik ulasan khusus di media. Ulasan mengenai analisa penyebab turunnya produksi komoditas ini dibahas dalam sebuah program siaran televisi. Diskusi tersebut menghadirkan pembawa acara Andi Shalini yang berbincang langsung dengan Emmanuela Bungasmara Ega Tirta. Emmanuela Bungasmara Ega Tirta hadir dalam kapasitasnya sebagai Commodity Expert CNBC Indonesia. Ulasan antara Andi Shalini dengan Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta ini ditayangkan dalam program Squawk Box. Program Squawk Box tersebut disiarkan secara langsung oleh saluran televisi CNBC Indonesia. Ulasan mendalam mengenai tren penurunan produksi minyak kayu putih yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini ditayangkan pada hari Jum'at, 31/07/2026.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

CNBC IndonesiaBPSkomoditasminyak kayu putihproduksi nasional

Berita Terbaru Lainnya

Cara Memahami Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis pada APBN 2028Jadwal dan Panduan Menonton Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan KawasanMembedah Kinerja dan Strategi Pertumbuhan Telkom pada Semester I 2026Strategi dan Alokasi Anggaran Rencana Aksi Pengelolaan Perbatasan Negara 2026Syngenta Dorong Teknologi Biostimulan CUPRINOMAT untuk Hadapi Dampak Perubahan IklimStrategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiPanduan Transaksi Emas Antam, Memahami Pergerakan Harga dan Ketentuan Pajak Logam Mulia

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap