Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai kondisi gizi masyarakat Indonesia mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, secara resmi mempertanyakan klaim Menkes yang menyebutkan bahwa sekitar 112 juta masyarakat Indonesia saat ini masih mengalami masalah kurang gizi. Pertanyaan ini muncul menyusul penjelasan dari pihak kementerian yang menggunakan landasan data tertentu untuk mengukur kondisi kesehatan masyarakat berskala nasional. Charles menyoroti bahwa angka yang sangat besar tersebut memerlukan penjelasan yang lebih komprehensif, terutama mengenai dari mana sumber angka itu didapatkan dan bagaimana cara pengukurannya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa angka 112 juta warga yang kurang gizi tersebut didapatkan dari sebuah survei nasional. Budi menjelaskan bahwa angka tersebut secara spesifik berasal dari empat desil terbawah berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2024. Lebih lanjut, Menkes memaparkan perhitungannya, di mana setiap desil dalam data Susenas tersebut mewakili sekitar 28 juta penduduk Indonesia. Dengan mengambil empat desil terbawah dari kelompok sosial ekonomi tersebut, pemerintah menyimpulkan bahwa terdapat sekitar 112 juta masyarakat yang kemudian ditetapkan sebagai sasaran utama untuk berbagai program intervensi gizi.








