goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Pergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan

Iswan TandirerungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mendapat sorotan utama dari para pelaku pasar keuangan maupun masyarakat luas. Sepanjang pekan terakhir di bulan Juli, mata uang Garuda tercatat beberapa kali menyentuh level psikologis yang cukup krusial, yakni Rp18.100 per dolar AS. Dinamika nilai tukar ini memunculkan pertanyaan penting mengenai arah pergerakan rupiah selanjutnya. Banyak pihak yang mulai mengamati apakah mata uang domestik ini berisiko merosot lebih dalam hingga mencapai level Rp18.500 per dolar AS dalam waktu dekat. Untuk memetakan potensi pergerakan tersebut, evaluasi terhadap tren sepekan terakhir serta analisis berbagai faktor eksternal dan internal menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Jika menelusuri data historis pergerakan nilai tukar pada akhir Juli, fluktuasi rupiah memang menunjukkan tekanan yang beruntun. Pada tanggal 28 Juli, nilai tukar rupiah ditutup tepat pada level Rp18.100 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini ternyata masih berlanjut pada hari perdagangan berikutnya. Rupiah kembali mengalami pelemahan hingga merosot ke posisi Rp18.108 per dolar AS pada tanggal 29 Juli. Tren pelemahan ini mencapai titik puncaknya pada tanggal 30 Juli ketika rupiah menyentuh angka Rp18.111 per dolar AS. Angka tersebut sekaligus menandai level terlemah rupiah yang tercatat sepanjang pekan tersebut.

Kendati mengalami tekanan berturut-turut selama beberapa hari, rupiah berhasil menunjukkan daya tahannya menjelang penutupan pekan. Pada perdagangan hari Jumat, 31 Juli, mata uang Indonesia ini berhasil bangkit dan kembali menguat. Rupiah pada hari itu ditutup di level Rp18.022 per dolar AS. Penguatan yang terjadi pada akhir pekan ini mencatatkan kenaikan sebesar 89 poin. Jika dipersentasekan, kenaikan tersebut setara dengan 0,49 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Pembalikan arah ini memberikan sinyal bahwa pergerakan rupiah masih sangat dinamis dan rentan terhadap berbagai sentimen yang ada di pasar.

Baca Juga

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Mengenai prospek pergerakan jangka pendek, para analis memiliki penilaian tersendiri terhadap potensi pelemahan lanjutan. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangan bahwa dalam waktu dekat, rupiah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk tidak menyentuh level Rp18.500 per dolar AS. Berdasarkan analisisnya, tekanan eksternal yang selama ini membayangi rupiah utamanya bersumber dari fluktuasi harga minyak dunia serta arah kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Namun, terdapat faktor penyeimbang yang muncul baru-baru ini. Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sebelum tanggal 31 Juli menunjukkan hasil yang sangat negatif bagi dolar AS, sehingga mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Di sisi lain, pengamat pasar uang Ariston Tjendra memberikan pandangan yang lebih berhati-hati mengenai pergerakan mata uang ini. Ariston menilai bahwa peluang bagi rupiah untuk terus melemah hingga menyentuh level Rp18.500 per dolar AS sebenarnya masih terbuka. Menurutnya, laju atau kecepatan pelemahan nilai tukar ini akan sangat ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, respons pemerintah terhadap berbagai kebijakan dan program yang saat ini tengah disorot oleh pelaku pasar akan menjadi penentu utama. Kepercayaan pasar terhadap langkah strategis pemerintah dinilai sangat krusial dalam menahan laju depresiasi rupiah lebih lanjut.

Baca Juga

Prabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di Jakarta

Prabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di Jakarta

Selain faktor kebijakan domestik, perkembangan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah juga memegang peranan penting. Secara khusus, situasi perang antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memberikan dampak berantai terhadap perekonomian global. Apabila konflik geopolitik tersebut kembali memanas dan memicu lonjakan harga energi secara global, inflasi dunia dipastikan akan ikut terkerek naik. Dalam skenario tersebut, The Fed berpotensi merespons dengan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Pada akhirnya, kecepatan pelemahan rupiah akan sangat bergantung pada respons kebijakan domestik serta perkembangan situasi perang Iran-AS yang dapat mendorong kenaikan suku bunga acuan AS tersebut.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASNilai TukarThe FedEkonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

Peran Penting Bantul Innovation Award dalam Mendorong Budaya Inovasi DaerahKebakaran Gedung Sarana Olahraga Golf di Pangkalan Jati Depok Hanguskan Belasan Mobil GolfPanduan Penanganan dan Pelaporan Kebakaran Berdasarkan Insiden Hotel PullmanCara Kerja Jaringan Buzzer Berbayar dan Langkah Penegakan HukumnyaKemendagri Gelar Bimtek Strategi Komunikasi untuk Perkuat Kompetensi Pranata HumasMotif Pembacokan Petugas Valet oleh Penagih Utang di Surabaya TerungkapKomisi IX DPR Pertanyakan Klaim Menkes soal 112 Juta Warga Kurang GiziPeran Karang Taruna dalam Program Pengentasan Kemiskinan Kementerian Sosial

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap