PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau yang lebih dikenal dengan KAI memperlihatkan performa keuangan yang cukup kontras pada laporan paruh pertama tahun 2026. Di satu sisi, perusahaan transportasi pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup solid dan peningkatan laba operasional secara signifikan. Namun, di sisi lain, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada perseroan justru mengalami penurunan yang sangat tajam. Fenomena anjloknya laba bersih di tengah naiknya pendapatan ini tentu memicu pertanyaan publik mengenai faktor apa yang sebenarnya menekan profitabilitas KAI di saat kinerja operasionalnya tumbuh positif.
Bagaimana rincian kenaikan pendapatan dan penurunan laba KAI pada semester I-2026?








