goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Berita Umum

Pembangunan Fasilitas Publik Jakarta Tanpa APBD Melalui Skema Pembiayaan Kreatif

Marulitua PardedeDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembangunan Fasilitas Publik Jakarta Tanpa APBD Melalui Skema Pembiayaan Kreatif
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas publik di ibu kota meskipun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mantan Sekretaris Kabinet tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memprioritaskan skema pembiayaan kreatif atau creative financing sebagai alternatif utama dalam mendanai berbagai proyek infrastruktur. Penjelasan mengenai strategi pembiayaan ini diungkapkan secara langsung oleh Pramono Anung saat menghadiri acara silaturahmi DPRD DKI Jakarta bersama anggota DPR RI serta DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Penerapan skema pembiayaan kreatif ini digencarkan oleh pemerintah daerah di tengah adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Pada bulan Januari lalu, pemerintah pusat telah memangkas dana transfer ke daerah sekaligus DBH untuk Provinsi DKI Jakarta dengan nilai yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp 15 triliun. Kondisi pengurangan dana tersebut menuntut pemerintah daerah mencari jalan keluar agar pembangunan fasilitas publik tetap berjalan. Oleh karena itu, sejumlah proyek strategis di Jakarta kini dibangun dengan mengandalkan skema pembiayaan kreatif. Skema pendanaan alternatif ini diwujudkan melalui mekanisme seperti pemanfaatan koefisien lantai bangunan (KLB) serta berbagai bentuk kerja sama yang dilakukan secara langsung dengan pihak swasta.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Baca Juga

Bahaya Berenang di Aliran Sungai Ciliwung dan Upaya Pencarian SAR Gabungan

Bahaya Berenang di Aliran Sungai Ciliwung dan Upaya Pencarian SAR Gabungan

Sebagai bukti nyata dari keberhasilan skema pembiayaan non-APBD tersebut, Pramono Anung mencontohkan beberapa proyek yang telah direalisasikan. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Taman Bendera Pustaka, yang dibangun sepenuhnya tanpa menggunakan alokasi dana dari APBD. Selain itu, terdapat pula proyek Taman Semanggi yang memakan anggaran sekitar Rp 135 miliar, di mana pembangunannya diselesaikan tanpa menggunakan dana APBD sepeser pun. Tidak hanya terbatas pada taman, pembiayaan kreatif ini juga menyasar infrastruktur penunjang transportasi. Baru-baru ini, Pramono Anung meresmikan pembangunan jalur penghubung bawah tanah di kawasan Bundaran HI. Jalur bawah tanah ini mengkoneksikan berbagai bangunan di kawasan tersebut dengan Stasiun MRT Bundaran HI, dan sepenuhnya tidak menggunakan dana APBD.

Di antara berbagai fasilitas publik yang didanai melalui skema pembiayaan kreatif, pembangunan pedestrian deck yang berada di kawasan Dukuh Atas menjadi proyek terbesar. Proyek infrastruktur ini memiliki peran strategis karena berfungsi untuk menghubungkan enam moda transportasi publik sekaligus. Keenam moda transportasi yang terintegrasi melalui fasilitas ini antara lain adalah LRT Jakarta, LRT Pusat, KRL, Kereta Bandara, Transjakarta, serta Transjabodetabek. Untuk merealisasikan pusat integrasi transportasi yang sangat vital ini, biaya yang dihabiskan mencapai kurang lebih Rp 355 miliar. Sama halnya dengan proyek-proyek sebelumnya, pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas ini sepenuhnya diselesaikan tanpa menggunakan dana dari APBD.

Baca Juga

Program Desa Sarjana Unggul Kabupaten Malinau, Tujuan dan Jalur Seleksi

Program Desa Sarjana Unggul Kabupaten Malinau, Tujuan dan Jalur Seleksi

Dengan dialihkannya beban pembiayaan sejumlah proyek strategis ke skema creative financing, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mengelola keuangan daerah secara lebih terarah. Pramono Anung menyatakan bahwa strategi ini memungkinkan dana APBD digunakan secara maksimal untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa APBD kini dapat difokuskan untuk membiayai program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Melalui pendekatan inovatif ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pembangunan fisik kota dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan yang didanai penuh oleh APBD.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DKI JakartaPramono AnungAPBDCreative FinancingInfrastruktur Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Kasus Mahasiswi Undana Depresi Akibat Batal Ujian, Fakta dan Investigasi KampusCara Menyikapi Penawaran Properti dan Lahan oleh Warga Negara Asing di BaliBahaya Berenang di Aliran Sungai Ciliwung dan Upaya Pencarian SAR GabunganKPK Laporkan 12 OTT dan Pemulihan Aset Negara Rp 229,81 Miliar pada Semester PertamaPenyelidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh PerusahaanKawasan Industri Berpeluang Raih Pendapatan Tambahan Melalui Perdagangan KarbonTransformasi Digital UMKM, Perbandingan Metode Pembayaran Transfer Bank, E-Wallet, dan QRISKeuangan Ratusan Pemda Tersendat, Pemerintah Pastikan PPPK Aman dari PHK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap