Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi memperkenalkan berbagai potensi daerahnya melalui ajang Pamor Borneo 2026. Langkah strategis ini ditandai dengan penawaran 15 proyek investasi yang memiliki total nilai mencapai Rp73 triliun. Penawaran investasi skala besar tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional sekaligus berkontribusi pada pencapaian target pembangunan nasional. Selain sektor investasi, potensi budaya lokal juga diangkat melalui ajang Tapin Art Fest 2026 yang mengusung tema Anggung Budaya Anjung Banua. Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, bazar UMKM, hingga sajian kuliner khas daerah.
Realisasi penanaman modal di tingkat nasional menunjukkan dinamika yang kuat. Sepanjang kuartal I 2026, akumulasi investasi di Indonesia telah menembus angka Rp497 triliun dengan daya serap tenaga kerja mencapai 627 ribu orang. Di tengah perkembangan tersebut, Rosan Perkasa Roeslani mematok target investasi nasional hingga Rp13.032 triliun atau sekitar US$869 miliar dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Rosan menilai bahwa gejolak global yang terjadi saat ini justru membuka peluang baru bagi Indonesia. Kendati demikian, target tersebut dinilai terlalu optimistis oleh beberapa kalangan mengingat ketidakpastian situasi ekonomi global.
Perkuat Manufaktur Nasional, Dinamo Motor Listrik Kini Dibuat di Dalam Negeri

Aliran investasi yang masuk ke Kalimantan Selatan harus selaras dengan pelestarian alam dan kesiapan infrastruktur setempat. Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Kalsel. Peringatan ini muncul di tengah tantangan nyata berupa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis listrik yang masih membayangi wilayah tersebut. Keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan pemeliharaan lingkungan hidup menjadi poin krusial yang menentukan keberhasilan investasi jangka panjang.
Selain sektor industri, ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi fokus krusial. DPKP Kalsel memiliki target untuk menanam padi di atas lahan seluas 15 ribu hektare. Penanaman di kawasan rawa lebak yang menyusut akibat musim kemarau ini bertujuan untuk menopang ketahanan pangan nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan lima bendungan senilai Rp9,79 triliun untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, maupun air secara nasional. Dari sisi kesehatan masyarakat, Pemprov Kalsel mengusulkan pemanfaatan ikan lokal seperti patin dan haruan ke dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menekan angka stunting yang saat ini mencapai 22,9 persen.
Daihatsu Catatkan 591 SPK Sepanjang GIIAS 2026, Sigra Jadi Model Terlaris

Upaya integrasi sektor ekonomi di Kalimantan Selatan juga diwujudkan melalui program Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP) yang mengintegrasikan pembiakan sapi dengan area perkebunan kelapa sawit. Di samping fokus pada pembangunan ekonomi makro, dinamika pasar properti nasional memperlihatkan ketangguhan pasar menengah dan menengah atas di tengah tantangan ekonomi, seperti yang dibuktikan oleh kinerja positif SMRA sepanjang tahun buku 2025. Hal ini sejalan dengan pergeseran gaya hidup pembeli rumah yang kini lebih memprioritaskan aspek kenyamanan, fungsi ruang, serta lingkungan hunian pendukung aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama, guna menjaga stabilitas pasar keuangan, OJK menaruh harapan kepada MSCI agar mampu memberikan penilaian yang adil terhadap tingkat transparansi pasar di Indonesia.






