goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Memahami Istilah Ekonomi Seputar Penguatan Rupiah di Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Marulitua PardedeDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Istilah Ekonomi Seputar Penguatan Rupiah di Bawah Rp18.000 per Dolar AS
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pergerakan nilai tukar mata uang selalu diwarnai oleh berbagai istilah teknis yang penting untuk dipahami oleh masyarakat maupun pelaku pasar. Pada perdagangan hari terakhir di bulan Juli, tepatnya pada Jumat, 31 Juli 2026, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Kinerja positif ini membawa mata uang Garuda kembali bergerak di bawah batas Rp18.000/US$. Dinamika pasar keuangan ini melibatkan serangkaian indikator ekonomi utama, mulai dari pergerakan indeks dolar Amerika Serikat, keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral, hingga tingkat inflasi

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
di dalam negeri. Untuk memahami situasi ekonomi pada periode tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai berbagai istilah ekonomi yang berkaitan langsung dengan penguatan rupiah.

Istilah pertama yang perlu dipahami adalah apresiasi nilai tukar dan level psikologis. Apresiasi merujuk pada peningkatan nilai suatu mata uang terhadap mata uang negara lain, sedangkan level psikologis adalah angka bulat tertentu yang sering menjadi titik perhatian utama bagi para pelaku pasar keuangan. Pada penutupan perdagangan tanggal 31 Juli 2026, rupiah mampu terapresiasi sebesar 0,47% sehingga posisinya menguat ke angka Rp17.990/US$. Posisi penutupan ini berhasil menembus ke bawah level psikologis Rp18.000/US$. Kinerja pada sore hari tersebut menunjukkan tren yang lebih kuat dibandingkan dengan posisi pada saat pembukaan pasar di pagi hari. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka menguat sebesar 0,19% dan berada pada level Rp18.040/US$. Penguatan yang terjadi sepanjang hari ini sekaligus membalikkan keadaan dari sesi perdagangan sebelumnya, di mana rupiah sempat ditutup mengalami pelemahan sebesar 0,17% ke posisi Rp18.075/US$.

Istilah selanjutnya adalah Indeks Dolar Amerika Serikat atau yang lebih dikenal dengan singkatan DXY. Indeks ini merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya. Pergerakan nilai tukar rupiah sering kali dipengaruhi oleh fluktuasi indeks ini. Berdasarkan data pemantauan pada pukul 15.00 WIB di hari perdagangan yang sama, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) terpantau mengalami penguatan sebesar 0,31% ke posisi 100,173. Walaupun indeks ini terpantau menguat pada sore hari tersebut, DXY sebenarnya baru saja mengalami tekanan yang sangat hebat pada sesi perdagangan sebelumnya. Pada periode sebelum tanggal 31 Juli 2026 tersebut, indeks dolar Amerika Serikat tercatat anjlok sebesar 1,01% dan turun ke level 99,864. Penurunan tajam inilah yang turut memberikan momentum awal bagi mata uang rupiah untuk mencatatkan penguatan.

Baca Juga

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026 dan Penyesuaian Pertamax

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026 dan Penyesuaian Pertamax

Suku bunga acuan merupakan instrumen utama kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank sentral untuk mengelola perekonomian. Dalam konteks global, bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve memiliki pengaruh yang sangat besar. Pada pekan yang berakhir di tanggal 31 Juli 2026, The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada rentang 3,50% hingga 3,75%. Sementara itu, di tingkat domestik, instrumen serupa dikenal dengan sebutan BI Rate. Bank Indonesia sebagai bank sentral Republik Indonesia juga mengambil langkah kebijakan moneter dengan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Keputusan untuk menahan suku bunga acuan domestik ini ditetapkan melalui Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diselenggarakan pada periode bulan Juli.

Indikator ekonomi lain yang sangat krusial adalah inflasi, yang secara umum terbagi menjadi beberapa kategori seperti inflasi inti dan inflasi pangan. Inflasi inti mengukur perubahan harga barang dan jasa yang sifatnya lebih persisten atau tidak mudah berubah. Dalam laporan terakhirnya, inflasi inti di Indonesia tercatat berada pada posisi yang relatif aman, yakni dengan total sebesar 3,5%. Di sisi lain, inflasi pangan mengukur perubahan harga pada kelompok bahan makanan yang harganya cenderung lebih bergejolak. Bank Indonesia mencatat bahwa tekanan inflasi pangan di dalam negeri telah mengalami peningkatan hingga berada di atas angka 5%. Posisi inflasi pangan ini menjadi perhatian khusus karena telah melampaui sasaran inflasi umum yang ditetapkan oleh otoritas terkait, yaitu sebesar 2,5% dengan rentang toleransi plus minus 1%.

Baca Juga

Cara Membandingkan Harga dan Mengatur Anggaran BBM BP dan Pertamina per 1 Agustus 2026

Cara Membandingkan Harga dan Mengatur Anggaran BBM BP dan Pertamina per 1 Agustus 2026

Istilah terakhir adalah stabilitas nilai tukar, yang merujuk pada upaya bank sentral untuk menjaga pergerakan mata uang agar tidak terlalu bergejolak. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan tingkat inflasi merupakan fokus utama dari Bank Indonesia. Gubernur sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, secara langsung menyampaikan bahwa tantangan dalam jangka pendek yang betul-betul harus menjadi perhatian otoritas moneter adalah menjaga stabilitas. Destry Damayanti menegaskan bahwa fokus penjagaan stabilitas tersebut berlaku baik dalam kaitannya dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing maupun dalam upaya pengendalian inflasi di dalam negeri. Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan perekonomian Indonesia tetap berjalan dengan baik.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASBank IndonesiaInflasiSuku Bunga

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Komisaris Jenderal Polri yang Memasuki Masa Pensiun pada Tahun 2026Cara Mengatasi Kendala Desil untuk Pengajuan Kartu Jakarta PintarKronologi Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika oleh Kopilot Asing di Bandara Soekarno-HattaPertunjukan Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo dan Ki Cahyo Kuntadi pada Agustus 2026Panduan Penanganan Darurat Kebakaran Dapur di Area Publik Berkaca dari Insiden Bandara Ngurah RaiJadwal dan Makna Jumat Kliwon Bulan Agustus 2026 dalam Kalender JawaVandS Clinic Seoul Sediakan Diskon Langsung Pengganti Tax Refund bagi WisatawanPelatihan Calon Manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Telan Anggaran Rp 1 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap