goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/News

Kondisi dan Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Pertigaan Kalimalang Jakarta Timur

Togar PanjaitanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kondisi dan Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Pertigaan Kalimalang Jakarta Timur
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kepadatan arus lalu lintas di wilayah Jakarta Timur kembali menjadi sorotan utama masyarakat, khususnya yang terjadi di kawasan Pondok Bambu. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, ribuan pengendara terpantau memadati pertigaan Jalan Raya Kalimalang. Situasi kemacetan harian ini disaksikan secara langsung oleh Sumiati, seorang pedagang warung berusia 50 tahun yang berlokasi di sekitar Pertigaan Kalimalang. Melalui pengamatannya setiap hari, arus kendaraan yang padat seolah telah menjadi rutinitas pagi yang tidak terhindarkan di ibu kota. Berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai kondisi, penyebab, dan penanganan kemacetan di Kalimalang yang sering menjadi pertanyaan publik.

Kapan waktu puncak kemacetan biasanya terjadi di Pertigaan Kalimalang? Menurut penuturan Sumiati, volume kendaraan umumnya mulai memadati pertigaan tersebut sejak pukul 05.30 WIB dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada pukul 08.00 WIB. Kemacetan pada jam sibuk ini biasanya terjadi secara rutin pada hari Senin hingga Kamis. Namun, pada beberapa hari terakhir menjelang tanggal 31 Juli 2026, kepadatan arus lalu lintas terpantau bertahan lebih lama dari biasanya, yakni hingga pukul 09.00 WIB. Setelah sempat terurai pada siang hari, arus kendaraan akan kembali ramai pada sore hari. Peningkatan volume kendaraan ini terjadi terutama saat masyarakat pulang dari tempat kerja dan anak-anak sekolah selesai melakukan aktivitas harian mereka.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Apa faktor utama yang memicu kemacetan parah di titik tersebut? Berdasarkan penjelasan dari Alfa Febian (48), yang juga kerap disapa Ali Fabian, selaku Komandan Regu Satuan Pelaksana (Satpel) Dinas Perhubungan Kecamatan Duren Sawit, penyebab utama kemacetan adalah volume kendaraan yang sangat padat. Tingginya jumlah kendaraan tersebut tidak sebanding dengan kapasitas ruas jalan yang sifatnya tetap dan tidak bertambah. Kondisi lalu lintas sering kali menjadi semakin parah ketika banyak sepeda motor yang mengambil ruang di luar garis pembatas, sehingga mengganggu kelancaran arus kendaraan dari arah lain. Selain itu, bus TransJakarta juga kerap terdampak kemacetan di area ini. Mengingat tidak adanya jalur khusus, bus TransJakarta terpaksa bergabung dengan jalur umum sehingga kepadatan tidak dapat dihindari.

Baca Juga

Panduan Alur Penempatan Lulusan Diklat SPPI Kementerian Pertahanan 2026

Panduan Alur Penempatan Lulusan Diklat SPPI Kementerian Pertahanan 2026

Bagaimana dampak kepadatan lalu lintas ini terhadap waktu tempuh para pengendara? Dampak dari kemacetan ini dirasakan langsung oleh para pengguna jalan, salah satunya adalah Awang (62), seorang pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Bekasi. Ia mengungkapkan bahwa kemacetan di sepanjang Kalimalang hampir ditemuinya setiap hari. Perbedaan waktu tempuh menjadi sangat terasa ketika membandingkan hari kerja dengan akhir pekan. Jika pada hari Sabtu atau Minggu perjalanan menuju Bekasi biasanya hanya memakan waktu sekitar 45 menit, perjalanan pada hari kerja antara hari Senin sampai hari Jumat bisa menghabiskan waktu hingga lebih dari satu jam.

Apakah terdapat jalur alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan? Untuk menyiasati kemacetan yang kerap berulang, sejumlah pengendara sering kali mencari rute lain guna menghemat waktu. Awang menyebutkan bahwa ia berinisiatif mengubah rute perjalanannya ketika kondisi di jalur utama Jalan Raya Kalimalang sudah terlalu padat. Ia biasanya memilih jalur alternatif dengan melewati kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) dan Pondok Kopi. Pemilihan rute alternatif ini dinilai cukup efektif untuk menghindari titik kemacetan terparah di jalur utama yang kerap menguras waktu dan tenaga.

Baca Juga

Panduan Spesifikasi dan Harga Mercedes-AMG GT 63 PRO serta GLC 200 4MATIC di Indonesia

Panduan Spesifikasi dan Harga Mercedes-AMG GT 63 PRO serta GLC 200 4MATIC di Indonesia

Apa saja langkah yang telah dilakukan oleh petugas untuk mengurai kemacetan? Pihak Satpel Dinas Perhubungan Kecamatan Duren Sawit telah melakukan beberapa langkah penanganan di lapangan. Sejak hari Rabu, 29 Juli, petugas memperpanjang durasi lampu hijau di Pertigaan Kalimalang. Durasi lampu hijau yang biasanya hanya sekitar tiga menit kini dapat diperpanjang menjadi empat hingga lima menit ketika kepadatan kendaraan mulai meningkat. Petugas juga memasang kerucut lalu lintas apabila antrean kendaraan mulai melebar agar pengendara tidak melewati garis putih. Manajemen lalu lintas di kawasan ini selalu dievaluasi setiap minggu bersama pimpinan. Sementara itu, pengendara seperti Awang sangat berharap agar petugas pengatur lalu lintas dapat selalu hadir secara rutin setiap pagi untuk membantu mengatur arus kendaraan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KalimalangKemacetan JakartaDinas PerhubunganPondok BambuLalu Lintas

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan Mensesneg Terkait Rumor Reshuffle Kabinet Merah Putih Agustus 2026Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis BerkelanjutanMemahami Standar Beras Fortifikasi Menyusul Temuan Produk Tidak Sesuai KetentuanProyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa BaratUpaya Menekan Harga Pangan, Mengapa Gubernur Sementara Bank Indonesia Menemui Presiden Prabowo?Memahami Peran Nurman Herin dalam Kasus TPPU Febrie AdriansyahPotensi Migas Non Konvensional di Blok Rokan dan Rencana Pengeboran PertaminaPanduan Alur Penempatan Lulusan Diklat SPPI Kementerian Pertahanan 2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap