PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal dengan kode emiten CNMA atau Cinema XXI, telah merilis laporan kinerja keuangan untuk periode semester I 2026. Pada paruh pertama tahun tersebut, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 201 miliar. Pencapaian laba bersih ini melambat sebesar 37 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana perusahaan berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp 324 miliar. Meskipun terjadi perlambatan pada sisi laba bersih, Cinema XXI tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA sebesar Rp 708,2 miliar selama enam bulan pertama tahun 2026.
Apabila ditinjau dari perkembangan kuartalan, terdapat tren peningkatan yang signifikan dari kuartal pertama menuju kuartal kedua tahun 2026. Total pendapatan perusahaan mengalami peningkatan sekitar 40 persen, bergerak dari Rp 1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal II 2026. Peningkatan pendapatan pada periode tiga bulanan ini didorong secara langsung oleh naiknya jumlah penonton bioskop. Tercatat, jumlah penonton melonjak dari sekitar 15,5 juta orang pada kuartal pertama menjadi 21,9 juta orang pada kuartal kedua. Kenaikan volume penonton ini seiring dengan bertambahnya jumlah layar yang dioperasikan serta banyaknya film baru yang tayang di bioskop.








