Apa yang memicu penetapan kondisi darurat gelombang panas ekstrem di Korea Selatan hingga menelan korban jiwa?
Korea Selatan tengah berada dalam cengkeraman gelombang panas ekstrem yang mengakibatkan krisis keselamatan publik di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan resmi terkini, jumlah korban jiwa akibat cuaca panas yang sangat menyengat tersebut telah meningkat menjadi 16 orang. Puncak lonjakan suhu udara tercatat secara dramatis di Kota Yangsan, sebuah wilayah yang terletak di bagian tenggara negara tersebut. Pada Minggu (3/8), termometer di Kota Yangsan mencatat suhu udara mencapai 42,5 derajat Celsius. Angka ini mencatatkan rekor bersejarah sebagai suhu tertinggi yang pernah terekam sepanjang 122 tahun pengamatan cuaca di Korea Selatan. Mengingat tingginya ancaman terhadap kesehatan masyarakat, Administrasi Meteorologi Korea (KMA) segera mengambil tindakan responsif. Pada Senin (3/8), lembaga meteorologi tersebut untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan gelombang panas resmi bagi sebagian area di Seoul dan Provinsi Gyeonggi. Mengingat suhu yang terus membumbung, cakupan peringatan tersebut kemudian diperluas oleh pemerintah pada Selasa hingga mencakup seluruh wilayah ibu kota.








