goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Evaluasi Keselamatan KM Mutiara Sentosa 2 dan Urgensi Target Waktu Penyelamatan Laut

Togar PanjaitanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 17.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Keselamatan KM Mutiara Sentosa 2 dan Urgensi Target Waktu Penyelamatan Laut
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Peristiwa kebakaran yang melanda Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, menjadi sorotan utama dalam sistem keselamatan transportasi laut nasional. Kapal penumpang yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar ini mengalami kecelakaan hebat di tengah laut, sehingga memicu dilaksanakannya operasi penyelamatan darurat berskala masif. Dalam proses evakuasi tersebut, sebanyak 10 kapal dikerahkan secara langsung ke lokasi kejadian untuk menyelamatkan para penumpang dan kru yang terjebak. Berdasarkan data evakuasi, sebanyak 234 orang berhasil diselamatkan dari kobaran api, namun musibah ini juga merenggut nyawa 5 orang penumpang yang ditemukan meninggal dunia, sementara 2 penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Pihak berwenang sendiri menyatakan bahwa penyebab pasti dari kebakaran kapal tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan mendalam, sehingga masyarakat diminta untuk menunggu hasil investigasi resmi.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Insiden tragis di perairan Madura ini kemudian memicu pembahasan hangat mengenai standardisasi keselamatan maritim di tingkat nasional. Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan pandangan dan evaluasinya dalam acara Seminar Nasional MTI yang berlangsung di Millenium Hotel Sirih, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam pemaparannya, Bambang memberikan apresiasi terhadap kesiapan awal yang ditunjukkan oleh operator
KM Mutiara Sentosa 2
, khususnya dalam penyediaan peralatan keselamatan dasar seperti jaket keselamatan untuk para penumpang di atas kapal. Kendati demikian, Bambang mengingatkan adanya batas tanggung jawab yang tegas dalam penanganan kedaruratan laut. Menurutnya, setelah para penumpang meninggalkan kapal dan berada di air, tanggung jawab penyelamatan tidak lagi berada di tangan operator pelayaran, melainkan berpindah sepenuhnya kepada lembaga penyelamat negara atau Coast Guard.

Lebih lanjut, Bambang menekankan pentingnya faktor waktu dalam menyelamatkan nyawa manusia di laut bebas, terutama karena keterbatasan daya tahan alat keselamatan yang digunakan korban. Ia menjelaskan bahwa jaket keselamatan memiliki batas waktu fungsi yang sangat terbatas, di mana alat tersebut akan berhenti berfungsi atau tidak lagi efektif mengapungkan korban setelah berada di dalam air selama 2 kali 24 jam. Atas dasar keterbatasan teknis tersebut, MTI mendorong agar sistem penyelamatan korban kecelakaan laut di Indonesia diperketat dengan menetapkan target response time atau target waktu respons penyelamatan yang jelas dan terukur. Langkah ini dinilai sangat mendesak agar proses evakuasi korban dapat diselesaikan secepat mungkin sebelum batas waktu kegunaan jaket keselamatan tersebut habis dan membahayakan nyawa korban yang terapung.

Baca Juga

Adang Daradjatun Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape

Adang Daradjatun Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape

Dalam kesempatan seminar tersebut, Bambang juga membandingkan efektivitas waktu penyelamatan di Indonesia dengan negara-negara tetangga seperti Filipina dan Jepang. Di kedua negara tersebut, unit Coast Guard memiliki standar pelayanan kedaruratan yang sangat cepat, di mana mereka dapat tiba di lokasi kecelakaan laut dalam waktu tidak lebih dari satu jam setelah menerima laporan dengan mengandalkan armada helikopter. Kondisi ini dinilai kontras dengan apa yang terjadi pada penanganan musibah KM Mutiara Sentosa 2 di Sumenep. Bambang mengungkapkan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebenarnya telah memiliki armada helikopter penyelamat sendiri, namun fasilitas udara tersebut tidak dijalankan atau belum dioperasikan untuk mengevakuasi korban pada saat peristiwa kecelakaan itu terjadi di lokasi.

Untuk mengatasi celah dalam sistem penyelamatan maritim ini, MTI mengusulkan penunjukan lembaga yang paling siap untuk mengemban tugas sebagai penjaga pantai nasional yang sesungguhnya. Bambang menilai bahwa Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) merupakan satu-satunya entitas yang paling memenuhi syarat untuk memegang peran sebagai Coast Guard di Indonesia. Penilaian ini didasarkan pada keberadaan personel KPLP yang telah tersebar secara luas di berbagai pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia. MTI pun mendesak Kementerian Perhubungan agar menunjukkan keseriusan yang nyata dalam membina lembaga ini. Pembinaan tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh, penyediaan alat transportasi penyelamatan yang memadai, serta pembenahan infrastruktur penunjang di lapangan agar KPLP siap menghadapi situasi darurat kapan saja.

Baca Juga

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap dua korban yang masih hilang di perairan utara Madura terus dipantau oleh berbagai pihak. Kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor perhubungan untuk melakukan reformasi keselamatan pelayaran. Dengan kejelasan investigasi penyebab kebakaran yang masih berjalan, serta perbaikan sistem koordinasi penyelematan darurat, diharapkan risiko kecelakaan transportasi laut di masa depan dapat diminimalkan secara signifikan demi keselamatan seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut di tanah air.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KM Mutiara Sentosa 2BasarnasKeselamatan MaritimMasyarakat Transportasi IndonesiaKPLP

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Juni 2026 Menurut OJKAdang Daradjatun Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi VapeAmsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanSolusi Danantara Indonesia untuk Generasi Z yang Kesulitan Membeli RumahGelombang Panas Ekstrem Melanda Korea Selatan dan Memicu Perombakan Sistem Penanggulangan KrisisSurat Edaran Tema, Logo, dan Peringatan HUT Ke-81 RI Tahun 2026 Resmi DiterbitkanZulkifli Hasan Bantah Isu Pembangunan Koperasi Desa di Tengah LautSeleksi Magang Nasional Batch I Angkatan II 2026, Ratusan Ribu Pendaftar Berebut 50 Ribu Kuota

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Cara Menyalurkan Air Menggunakan Selang Saat Menghadapi Krisis Kemarau Panjang

Tips

Cara Menyalurkan Air Menggunakan Selang Saat Menghadapi Krisis Kemarau Panjang

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap