Perkembangan pasar energi global kembali menjadi sorotan utama setelah harga minyak dunia dilaporkan ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis, 31 Juli 2026. Penurunan harga ini terjadi di tengah eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Untuk membantu Anda memahami dinamika pasar saat ini, berikut adalah rangkuman informasi penting mengenai pergerakan harga komoditas energi tersebut beserta faktor-faktor utama yang memengaruhinya.
Mengapa harga minyak dunia justru mengalami penurunan di tengah konflik?
Penurunan harga minyak dunia pada hari Kamis, 31 Juli 2026, terutama didorong oleh mulai pulihnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Berdasarkan data dari perusahaan Kpler, sebanyak 14 kapal pengangkut komoditas terpantau melintasi Selat Hormuz dari kedua arah pada hari Rabu. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, di mana rata-rata lalu lintas kapal harian hanya tercatat dalam satu digit. Selain pemulihan di jalur pelayaran tersebut, tingginya cadangan minyak mentah di Cina turut memberikan ketenangan bagi pasar. Cadangan yang masih melimpah membuat pembeli di Cina belum dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan impor minyak mereka.








