goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Teknologi

Dampak Undang-Undang Keamanan Siber Baru Turki Bagi Pengguna Internet

Joko PrabowoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 00.36 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Undang-Undang Keamanan Siber Baru Turki Bagi Pengguna Internet
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Turki resmi memperluas kendali atas ruang digital melalui undang-undang keamanan siber baru yang berlaku sejak akhir Juli lalu. Regulasi anyar ini memberikan wewenang yang sangat besar kepada kantor Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengatur arus informasi dan aktivitas internet di negara tersebut. Langkah ini memicu kekhawatiran global maupun domestik terkait masa depan kebebasan berekspresi dan privasi warga di ranah digital. Melalui kebijakan ini, kendali siber kini terpusat secara penuh di bawah otoritas kepresidenan.

Bagaimana aturan baru ini mengubah kontrol internet di Turki secara teknis?

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Undang-undang ini memberikan mandat yang luas kepada Direktorat Keamanan Siber Turki, sebuah lembaga khusus yang berada langsung di bawah kantor Presiden Erdogan. Direktorat ini memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan berbagai tindakan darurat, baik berdasarkan inisiatif mandiri maupun atas permintaan dari badan-badan keamanan negara lainnya. Begitu perintah darurat tersebut dikeluarkan, para operator telekomunikasi, penyedia akses internet, serta platform daring diwajibkan untuk mengeksekusi perintah tersebut dalam waktu paling lambat dua jam. Hal yang memicu perdebatan sengit adalah mekanisme hukumnya: peninjauan oleh hakim baru dilakukan setelah tindakan darurat tersebut diimplementasikan di lapangan. Profesor hukum dari Universitas Bilgi Istanbul sekaligus aktivis hak digital, Yaman Akdeniz, menyebut sistem baru ini sebagai pusat komando bagi apa yang ia istilahkan sebagai rezim kepatuhan digital Turki.

Apa alasan utama pemerintah Turki menerapkan aturan ketat tersebut?

Baca Juga

Mengawal Usulan RUU Ketenagakerjaan Jelang Aksi Besar Buruh KSPN

Mengawal Usulan RUU Ketenagakerjaan Jelang Aksi Besar Buruh KSPN

Pihak pemerintah Turki menegaskan bahwa pengetatan regulasi ini merupakan langkah krusial yang diperlukan demi melindungi keamanan nasional, menjaga kedaulatan digital negara, mengamankan infrastruktur kritis, serta memelihara ketertiban umum. Di samping aspek keamanan, pendukung kebijakan ini juga menyoroti efisiensi anggaran negara. Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Ersan Aksu, memaparkan bahwa sentralisasi kewenangan ini sangat penting untuk menghindari terjadinya tumpang tindih fungsi di antara berbagai lembaga negara. Menurut penjelasan Aksu, penggabungan dan penyederhanaan birokrasi siber ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga mencapai 30 miliar lira Turki, atau setara dengan kurang lebih Rp11,2 triliun.

Mengapa organisasi hak asasi manusia menilai aturan ini bermasalah?

Kritik keras datang dari para pegiat hak asasi manusia yang menyoroti tidak adanya keseimbangan kekuasaan dalam undang-undang ini. Tomiwa Ilori dari Human Rights Watch menyatakan bahwa kewenangan keamanan siber tidak seharusnya dipusatkan sepenuhnya pada cabang eksekutif pemerintahan tanpa adanya pengawasan serta perlindungan hukum yang memadai bagi masyarakat. Tanpa adanya proses hukum atau peninjauan pengadilan yang mendahului pemblokiran atau tindakan darurat lainnya, hak-hak digital pengguna internet di Turki dinilai berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap keputusan sepihak otoritas.

Bagaimana rekam jejak pembatasan akses internet yang pernah dilakukan Turki?

Baca Juga

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Infrastruktur Energi di Kepulauan Riau

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Infrastruktur Energi di Kepulauan Riau

Sebelum undang-undang baru ini disahkan pada akhir Juli, pemerintah Turki memang sudah berulang kali menerapkan pembatasan akses digital. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah bandwidth throttling, yaitu teknik memperlambat kecepatan akses internet secara sengaja untuk platform media sosial populer seperti X, YouTube, Instagram, dan WhatsApp. Sebagai contoh nyata, akses ke berbagai layanan tersebut sempat dibatasi selama hampir dua hari berturut-turut saat terjadi protes besar menyusul penahanan Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu, pada tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Asosiasi Kebebasan Berekspresi Turki (İFÖD), sejauh ini hampir 1.000 akun media sosial dengan akumulasi jumlah pengikut mencapai lebih dari 25 juta telah diblokir di negara tersebut. Tindakan pemblokiran ini juga menyasar akun-akun tokoh politik penting, termasuk akun utama milik Ekrem İmamoğlu di platform X yang memiliki pengikut lebih dari 9 juta.

Apa rencana kebijakan masa depan pemerintah Turki terkait media sosial?

Selain memperketat kendali melalui undang-undang baru, pemerintah Turki saat ini juga tengah mengkaji kebijakan pembatasan pengguna berdasarkan batas usia. Muncul rencana kebijakan untuk melarang anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun untuk memiliki akun media sosial sendiri. Guna merealisasikan rencana ini, pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan sistem verifikasi usia bagi para pengguna media sosial yang terintegrasi langsung dengan e-Devlet, yaitu portal layanan pemerintah digital resmi Turki. Yaman Akdeniz memperingatkan bahwa jika sistem verifikasi usia ini diterapkan tanpa adanya perlindungan privasi yang sangat kuat, dampaknya bisa sangat fatal bagi kebebasan warga. Pemerintah akan memiliki kemampuan penuh untuk melacak identitas asli dari setiap pemilik akun beserta seluruh riwayat aktivitas daring mereka. Akdeniz menegaskan bahwa situasi ini berpotensi menciptakan sebuah panopticon digital, di mana seluruh aktivitas warga di dunia maya berada di bawah pengawasan konstan otoritas negara.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Keamanan SiberTurki

Berita Terbaru Lainnya

Harga Cabai Merah Kian Pedas, Nyaris Tembus Rp 60 Ribu per KilogramFakta Lengkap Kebakaran di Mal Nipah Makassar dan Kondisi Terkini PascapemadamanMengawal Usulan RUU Ketenagakerjaan Jelang Aksi Besar Buruh KSPN70 Persen Titik Api Karhutla Berada di Kawasan Konsesi PerusahaanSensor pada Sirip Hiu Bantu Memprediksi Kekuatan Badai LautKPK Geledah 15 Lokasi dan Sita Bukti Kasus Pemerasan Bupati Pemalang NonaktifPresiden Prabowo Siapkan Sejumlah Nama Calon Gubernur Bank IndonesiaCara Membersihkan Riwayat Kredit Buruk di SLIK OJK

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional · 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi · 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional · 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan · 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional · 4 Agu 2026