goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Menyiasati Kenaikan Harga Beras Saat Berbelanja di Pasar Tradisional

Yohanes IpoiDiterbitkan 31 Jul 2026 - 19.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menyiasati Kenaikan Harga Beras Saat Berbelanja di Pasar Tradisional
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisional di wilayah Jakarta Selatan mulai terjadi pada pekan ini, menuntut para konsumen untuk lebih cermat dalam mengatur strategi berbelanja. Berdasarkan kondisi di lapangan, para pedagang mengakui bahwa lonjakan harga sebenarnya sudah mulai terasa lebih dahulu di tingkat distributor atau pasar induk. Menghadapi situasi ekonomi seperti ini, masyarakat perlu mengetahui cara-cara efektif untuk menyiasati pengeluaran agar kebutuhan pokok rumah tangga tetap terpenuhi dengan baik. Meskipun pada pantauan hari Jumat (31/7) di Pasar Tebet Timur (PSPT) menunjukkan bahwa harga beras eceran masih relatif stabil, ancaman penyesuaian harga di tingkat eceran sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat apabila harga pasokan dari distributor terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Langkah pertama yang dapat dilakukan oleh konsumen adalah mengenali variasi harga dan jenis beras yang tersedia di pasar tradisional sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Sebagai gambaran nyata, salah seorang pedagang beras di Pasar Tebet Timur yang bernama Ahmad mematok harga beras di tokonya dengan rata-rata mulai dari Rp 13.000 per kilogram. Untuk jenis beras yang paling banyak dijual dan diminati oleh para pelanggannya, harganya berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, bagi konsumen yang memang secara khusus mencari beras premium dengan tekstur yang pulen, harganya dibanderol lebih tinggi, yakni sekitar Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kilogram. Ahmad menyatakan bahwa kenaikan harga dari pemasok sudah mulai terjadi saat ini, dan ia sama sekali tidak menutup kemungkinan bahwa harga beras eceran di tokonya akan ikut naik mengikuti tren harga dari distributor.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
Baca Juga

Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis Berkelanjutan

Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis Berkelanjutan

Langkah kedua untuk menyiasati tren kenaikan ini adalah dengan mempertimbangkan pembelian beras kualitas medium yang secara harga jauh lebih terjangkau. Beras dengan kualitas medium saat ini terbukti menjadi produk yang paling banyak dicari oleh masyarakat luas. Di lokasi lain seperti Pasar Minggu, seorang pedagang beras bernama Irwan menyebutkan bahwa harga beras di tempatnya justru sudah mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pekan lalu. Pada minggu sebelumnya, harga beras di toko milik Irwan masih terpantau berada di bawah angka Rp 14.000 per kilogram. Namun untuk minggu ini, beras medium tersebut sudah dijual dengan harga sekitar Rp 14.000 per kilogram. Memilih beras medium seharga Rp 14.000 per kilogram ini bisa menjadi solusi belanja yang sangat cerdas dibandingkan harus memaksakan anggaran untuk membeli beras premium yang lebih mahal.

Langkah ketiga adalah rajin membandingkan harga antar pedagang atau antar pasar tradisional di sekitar tempat tinggal, mengingat tingkat kenaikan harga bisa sangat bervariasi di setiap lokasi. Perbedaan kondisi ini terlihat sangat jelas antara Pasar Tebet Timur yang harga ecerannya masih relatif stabil pada hari Jumat (31/7), berbanding terbalik dengan Pasar Minggu yang sudah lebih dulu mengalami kenaikan harga jual. Selain menjual beras jenis medium, Irwan di Pasar Minggu juga turut menjual beras premium dengan harga yang mencapai Rp 18.000 per kilogram. Angka ini sedikit memiliki selisih dengan rentang harga beras premium di toko Ahmad yang bisa mencapai batas Rp 19.000 per kilogram. Dengan melakukan perbandingan sederhana ini, konsumen dipastikan bisa mendapatkan harga terbaik yang sesuai dengan kualitas beras yang diinginkan.

Baca Juga

Proyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa Barat

Proyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa Barat

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan anggaran belanja cadangan guna mengantisipasi penyesuaian harga yang lebih tinggi pada masa mendatang. Para pedagang di pasar tradisional telah memperkirakan bahwa apabila harga pokok di tingkat distributor terus meningkat tanpa kendali, maka penyesuaian harga jual di tingkat eceran tidak akan bisa dihindari lagi. Kenaikan harga pasokan dari distributor yang jauh lebih mahal pada akhirnya pasti akan dibebankan kepada para konsumen akhir. Oleh karena itu, memantau perkembangan harga beras secara berkala di pasar-pasar kawasan Jakarta Selatan dan segera menyesuaikan daftar belanja kebutuhan pokok harian merupakan tindakan antisipatif yang sangat krusial untuk diterapkan saat ini.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jakarta Selatanharga beraspasar tradisionaltips belanjakebutuhan pokok

Berita Terbaru Lainnya

Penjelasan Mensesneg Terkait Rumor Reshuffle Kabinet Merah Putih Agustus 2026Pertamina Perkuat Kapabilitas dan Budaya Menuju Bisnis BerkelanjutanMemahami Standar Beras Fortifikasi Menyusul Temuan Produk Tidak Sesuai KetentuanProyek PSEL Legok Nangka dan Kesiapan PLN Serap Listrik Ramah Lingkungan di Jawa BaratUpaya Menekan Harga Pangan, Mengapa Gubernur Sementara Bank Indonesia Menemui Presiden Prabowo?Memahami Peran Nurman Herin dalam Kasus TPPU Febrie AdriansyahPotensi Migas Non Konvensional di Blok Rokan dan Rencana Pengeboran PertaminaPanduan Alur Penempatan Lulusan Diklat SPPI Kementerian Pertahanan 2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap