goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Metro

Cara Memahami dan Memanfaatkan Pengembangan Pulomas Tower sebagai Kawasan Terintegrasi LRT

Yohanes IpoiDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memahami dan Memanfaatkan Pengembangan Pulomas Tower sebagai Kawasan Terintegrasi LRT
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong optimalisasi aset daerah untuk mendukung mobilitas dan perekonomian warga. Salah satu langkah strategis yang saat ini sedang berjalan adalah pengembangan Pulomas Tower di Jakarta Timur. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi area produktif yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Equestrian. Pengembangan tersebut secara khusus bertujuan untuk mendukung konsep kawasan berorientasi transit atau yang lebih dikenal dengan istilah Transit Oriented Development (TOD). Bagi masyarakat dan pelaku usaha, mengetahui arah pengembangan kawasan ini sangat penting untuk melihat peluang di masa depan. Berikut adalah panduan untuk memahami proses pengembangan Pulomas Tower menjadi kawasan produktif terintegrasi.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama untuk memahami proyek ini adalah dengan melihat konsep integrasi fisik yang ditawarkan. Pulomas Tower dirancang untuk menyatu dengan Stasiun LRT Equestrian, sebuah langkah yang sejalan dengan prinsip kawasan berorientasi transit. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam keterangan resminya pada hari Sabtu, menjelaskan bahwa integrasi ini diharapkan dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi baru. Dengan menyatukan simpul transportasi dan area produktif, pengembangan ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari sekaligus memperkuat fondasi pengembangan kawasan berbasis TOD.

Langkah kedua adalah mencermati skema pembiayaan yang digunakan untuk merealisasikan pembangunan kawasan produktif ini. Proyek strategis ini dirancang untuk tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran daerah. Sebagai gantinya, diterapkan skema pembiayaan kolaboratif yang melibatkan sektor perbankan. Pada hari Jumat (31/7), telah dilangsungkan acara penandatanganan fasilitas pembiayaan proyek Pulomas Tower antara PT Pulo Mas Jaya dan PT Bank Mega Syariah. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan secara resmi di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur. Skema pendanaan seperti ini menjadi jalan alternatif untuk mengembangkan proyek tanpa membebani anggaran secara penuh.

Baca Juga

Pencabutan Sanksi Doping Mykhailo Mudryk dan Kesiapannya Kembali Membela Chelsea

Pencabutan Sanksi Doping Mykhailo Mudryk dan Kesiapannya Kembali Membela Chelsea

Langkah ketiga adalah memahami peran krusial Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di balik proyek pengembangan ini. Kerja sama antara PT Pulo Mas Jaya dan lembaga perbankan merupakan bagian dari upaya nyata dalam mengoptimalkan aset daerah melalui skema kolaboratif. Rano Karno menekankan bahwa BUMD saat ini tidak hanya dituntut untuk memiliki kinerja usaha yang sehat secara finansial. Lebih dari itu, BUMD juga harus mampu mengambil peran aktif sebagai penggerak pembangunan kota. Melalui optimalisasi aset seperti Pulomas Tower, BUMD diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi kota dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Langkah keempat adalah melihat dampak jangka panjang dari sinergi antara pemerintah, BUMD, dan lembaga keuangan. Penandatanganan fasilitas pembiayaan ini disambut baik sebagai wujud nyata sinergi antara BUMD dan sektor perbankan dalam mendukung aset daerah agar semakin produktif. Pemanfaatan aset secara maksimal melalui kolaborasi ini diproyeksikan akan membuka berbagai aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan Stasiun LRT Equestrian. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara umum pada masa mendatang.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Sabtu, Dominasi Cerah Berawan dan Potensi Hujan di Kepulauan Seribu

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Sabtu, Dominasi Cerah Berawan dan Potensi Hujan di Kepulauan Seribu

Sebagai penutup, masyarakat dapat memantau keberlanjutan skema kolaborasi ini sebagai percontohan untuk proyek strategis lainnya. Rano Karno menekankan pentingnya memperluas kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan lembaga keuangan dalam mendukung pembangunan Jakarta ke depannya. Skema pembiayaan kolaboratif ini membuktikan bahwa aset daerah dapat dikembangkan secara optimal untuk kepentingan publik. Dengan memahami tahapan dan konsep di balik pengembangan Pulomas Tower, masyarakat dan pelaku usaha dapat bersiap menyambut kehadiran pusat aktivitas ekonomi baru yang terintegrasi dengan transportasi massal.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transit Oriented DevelopmentJakarta TimurPulomas TowerLRT EquestrianRano KarnoBUMD

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Badan Gizi Nasional Mengusut Dugaan Pelanggaran Ribuan Dapur SPPGPerlindungan Jemaah Umrah dari Penipuan dan Sanksi Tegas Kemenhaj bagi Agen NakalJadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaTata Cara dan Syarat Pendaftaran Upacara HUT RI 17 Agustus 2026 di Istana MerdekaPrestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank JakartaPrabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di JakartaCara Mengetahui Daftar 10 Bank yang Tutup per Juli 2026 dan Memahami Proses PenyelesaiannyaPergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan Lanjutan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap