Bagaimana cara sebuah tim pabrikan menumbangkan pembalap tangguh di sirkuit kekuasaannya? Pertanyaan ini menjadi fokus utama bagi Aprilia Racing menjelang balapan mendatang. Menghadapi seri selanjutnya, tim pabrikan asal Noale, Italia ini secara terang-terangan menyatakan tekad mereka untuk merebut podium utama. Melalui persiapan yang matang, Aprilia berupaya memutus dominasi Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo di MotoGP Aragon yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026.
Langkah awal yang dilakukan Aprilia adalah memaksimalkan peningkatan performa motor RS-GP mereka. Peningkatan teknis pada motor ini dirancang agar para pembalap dapat tampil lebih kompetitif di lintasan balap. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan pada Senin (10/8) bahwa timnya akan melakukan segala cara agar bisa terus tampil kompetitif, meskipun mereka menyadari bahwa balapan berikutnya akan digelar di wilayah kekuasaan Marc Marquez.
Aprilia juga bertekad memanfaatkan momentum positif dari balapan sebelumnya di Sirkuit Silverstone. Pada ajang GP Inggris tersebut, dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, sukses mengamankan double podium dengan masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga. Jalannya balapan di Silverstone sendiri diwarnai oleh insiden yang melibatkan Mir dan Rins pada lap pertama, sementara Raul Fernandez sempat memimpin awal balapan di depan Bezzecchi dan Martin.
Tim SAR Gabungan Cari Lansia 80 Tahun yang Hilang di Perkebunan Meranti

Di sisi lain, Marc Marquez selaku pemegang delapan gelar juara dunia sebenarnya sedang dibayangi hasil kurang maksimal setelah hanya mampu finis di urutan ketujuh pada GP Inggris. Pembalap Ducati Lenovo tersebut sebelumnya juga sempat membidik pemulihan total pada lengan kanannya saat jeda paruh musim MotoGP 2026 setelah meraih kemenangan di Sachsenring. Berkat kemenangan di Sachsenring itu pula, Jorge Martin menilai Marc Marquez sebagai pembalap yang lebih diunggulkan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Meski demikian, menaklukkan Marquez di Aragon bukanlah perkara mudah. Sirkuit Aragon secara historis merupakan wilayah kekuasaan Marquez, di mana ia telah mengamankan kemenangan ketujuhnya di lintasan tersebut. Ia memegang rekor lap tercepat, pengoleksi pole position terbanyak sebanyak 7 kali, sekaligus menjadi pembalap paling sukses di Aragon. Kemenangan bersejarah Marquez di MotoGP Aragon tersebut juga memperlebar jaraknya di puncak klasemen MotoGP musim ini.
Jadwal Persib di Kualifikasi ACL Two 2026/2027 Melawan Manila Digger

Persaingan di papan atas klasemen pun kian memanas. Jorge Martin berhasil mengumpulkan 20 poin di balapan utama, membuat perolehan poinnya mencapai 299 poin dan memperlebar keunggulan menjadi 23 poin atas Francesco Bagnaia di GP Aragon. Sementara itu, pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, menjadikan seri Aragon sebagai titik balik penting setelah sebelumnya gagal finis di GP Prancis dan menempati posisi kelima di GP Inggris. Alex Marquez sendiri sempat gagal finis di GP Jerman setelah mengalami kecelakaan dan jatuh di gravel tikungan ke-13 pada lap kesepuluh saat bersaing ketat dengan Marc Marquez.
Selain persaingan sengit para pembalap di barisan depan, kondisi fisik para pembalap juga menjadi perhatian. Diinformasikan bahwa seorang pembalap asal Prancis tidak akan menjalani operasi lagi untuk memulihkan kondisinya. Pembalap tersebut disarankan untuk tetap melanjutkan program perawatan penyembuhan cedera yang sedang dijalaninya agar bisa segera pulih sepenuhnya.






