goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Berita Nasional

Perkembangan Realisasi TKD Tambahan Sumatra Utara Pascabencana

Joko PrabowoDiterbitkan 11 Agu 2026 - 09.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perkembangan Realisasi TKD Tambahan Sumatra Utara Pascabencana
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Perkembangan penyerapan Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan di Sumatra Utara pascabencana banjir besar pada pengujung November 2025 masih menunjukkan ketimpangan. Dana yang dialokasikan untuk pemulihan infrastruktur dasar dan pelayanan publik di daerah terdampak ini mencatatkan tingkat realisasi yang bervariasi. Laporan terbaru menunjukkan bahwa tiga kota berhasil mencatatkan realisasi yang melaju cepat. Namun di sisi lain, daerah-daerah yang justru terdampak parah masih tertatih-tatih dalam menyerap anggaran yang telah disediakan oleh pemerintah pusat.

Penyaluran TKD Tambahan sebelumnya telah diselesaikan secara penuh pada Mei silam untuk tiga provinsi di Sumatra yang terdampak banjir. Untuk memantau kelancaran penyerapan, Kementerian Dalam Negeri bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) turun langsung sepanjang Juli 2026 guna melakukan pemantauan serta coaching clinic di berbagai daerah. Berdasarkan laporan Satgas PRR per 4 Agustus 2026, realisasi TKD Tambahan di Provinsi Sumatra Utara baru menyentuh angka Rp 433,45 miliar, atau setara dengan 6,82 persen dari total alokasi yang mencapai Rp 6,35 triliun. Pada sektor pembangunan infrastruktur, realisasi tercatat mencapai sekitar Rp 89,23 miliar atau 2,54 persen dari total alokasi sektor tersebut sebesar Rp 3,51 triliun.

Baca Juga

Menelusuri Tanggung Jawab Keselamatan Bangunan Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta

Menelusuri Tanggung Jawab Keselamatan Bangunan Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta

Di tengah realisasi makro yang masih berjalan lambat, tiga kota menunjukkan performa progresif. Kota Pematang Siantar memimpin dengan tingkat realisasi tertinggi mencapai 40,72 persen. Dana ini dialokasikan sebesar Rp 5,55 miliar untuk rehabilitasi sekolah melalui 42 paket pekerjaan, serta Rp 8,11 miliar untuk prasarana pendukung layanan kesehatan. Menyusul berikutnya, Kota Medan mencatatkan realisasi 21,61 persen yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur drainase dan penataan kawasan rawan banjir. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ, Pematang Siantar dan Medan masuk dalam kategori daerah yang tidak terlalu terdampak. Sementara itu, Kota Gunungsitoli mencatatkan realisasi sebesar 15,03 persen dengan alokasi Rp 3,10 miliar untuk rehabilitasi sekolah melalui dua paket pekerjaan, ditambah bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara untuk merehabilitasi SMPN 4 Sitolu Ori.

Kondisi kontras justru terlihat di daerah yang terdampak parah karena masih tertatih dalam merealisasikan anggarannya. Kabupaten Tapanuli Utara baru merealisasikan Rp 411,82 juta atau hanya 0,55 persen dari total alokasinya sebesar Rp 74,35 miliar. Bahkan, alokasi infrastruktur senilai Rp 43,16 miliar dan sektor pendidikan sebesar Rp 1,65 miliar di wilayah tersebut masih mencatatkan nol realisasi hingga awal Agustus 2026. Situasi serupa terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah yang mencatatkan realisasi 0,00 persen dari total alokasi Rp 123,73 miliar. Padahal, daerah ini memiliki fokus anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp 86,15 miliar, kesehatan Rp 8,82 miliar, dan pendidikan Rp 7,31 miliar. Dana tersebut sangat mendesak untuk mengatasi banjir akibat luapan Sungai Aek Silaga-laga yang kerap merendam permukiman di wilayah rawan seperti Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.

Baca Juga

Reaksi Bahlil Lahadalia Usai Mendapat Skor Kinerja Memuaskan dari Presiden Prabowo

Reaksi Bahlil Lahadalia Usai Mendapat Skor Kinerja Memuaskan dari Presiden Prabowo

Selain untuk pemulihan fisik pascabencana, pemanfaatan TKD Tambahan juga diarahkan untuk menghadapi tantangan iklim. Kasatgas PRR Tito Karnavian telah memperingatkan pemerintah daerah agar bersiap menghadapi fenomena El Ni帽o yang diprediksi oleh BMKG akan terasa dari Juli hingga Oktober 2026. Merespons peringatan ini, beberapa daerah mulai melakukan langkah antisipasi menggunakan dana transfer tersebut. Kabupaten Dairi memanfaatkan anggaran untuk merancang Command Center sederhana berbasis kontainer yang mudah dimobilisasi. Sementara itu, Kabupaten Humbang Hasundutan menyiapkan regulasi penanggulangan bencana, peremajaan armada pemadam kebakaran, dan penyediaan mobil tangki air untuk mengantisipasi krisis air bersih. Daerah ini juga merealisasikan peremajaan ambulans yang rusak berat serta mengembangkan Command Center terintegrasi melalui Diskominfo.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Satgas PRRSumatra Utara

Berita Terbaru Lainnya

Strategi Tekanan Ekonomi Donald Trump terhadap Iran dan Ketegangan di Selat HormuzMeta Rilis Muse Glimmer, Model AI yang Bisa Berjalan Tanpa InternetHarga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran RedupRupiah Melemah ke Rp17.795 per Dolar AS Akibat Sentimen Geopolitik Timur Tengah37 Rumah Rusak dan 245 Warga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Jalan Kandea MakassarKabut Tipis Diduga Asap Karhutla Mulai Menyelimuti Kota PekanbaruPendaftaran Upacara HUT RI 2026 di Istana Merdeka Buka Hari IniMenelusuri Tanggung Jawab Keselamatan Bangunan Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap