goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kabut Tipis Diduga Asap Karhutla Mulai Menyelimuti Kota Pekanbaru

Ding BalangDiterbitkan 11 Agu 2026 - 09.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kabut Tipis Diduga Asap Karhutla Mulai Menyelimuti Kota Pekanbaru
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kota Pekanbaru, Riau, mulai diselimuti oleh kabut tipis yang diduga kuat merupakan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena kabut tipis ini tampak jelas bagi masyarakat pada Selasa (11/8) pagi, khususnya sekitar pukul 06.30 WIB. Kabut tersebut terlihat menyelimuti kawasan di sekitar Jembatan Sungai Siak serta Jalan Sudirman Pekanbaru. Kehadiran kabut tipis ini muncul di tengah kondisi Provinsi Riau yang saat ini sedang dilanda musim kemarau El Nino serta bencana kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun kabut tipis yang menyelimuti wilayah tersebut belum mengeluarkan aroma atau bau yang menyengat, dampaknya terhadap jarak pandang sudah mulai terlihat. Dari kejauhan, pemandangan gedung-gedung perkantoran dan Jembatan Sungai Siak tampak terselimuti oleh kabut berwarna putih. Kondisi ini membuat sejumlah pengendara sepeda motor di area tersebut mulai mengantisipasinya dengan mengenakan masker. Salah seorang warga Kota Pekanbaru bernama Lestari turut merasakan kejanggalan dari kabut pagi itu. Ia menyatakan bahwa kabut tersebut terasa berbeda dengan embun pagi yang biasa ia rasakan dan udaranya tidak segar.

Berdasarkan data yang dipublikasikan di situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau berada dalam kategori sedang pada pukul 06.00 WIB, dengan angka particulate matter tercatat sebesar 43,2. Hingga saat laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi untuk memastikan apakah kabut tipis yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa (11/9) pagi tersebut merupakan embun pagi ataukah kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga

BGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 Jam

BGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 Jam

Masalah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sendiri merupakan isu serius yang terus ditangani. Sejak awal tahun 2026, tercatat karhutla di provinsi ini telah menghanguskan area lahan seluas 15.608,37 hektare. Menanggapi situasi karhutla secara umum, Menko Polkam menyatakan bahwa pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi. Sebagai langkah antisipasi, satuan tugas gabungan kini memfokuskan upaya mereka untuk melakukan pendinginan di area lahan gambut guna mencegah munculnya kembali bara api.

Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan BPBD telah berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan seluas 12,5 hektare yang terjadi di wilayah Siak Kecil dan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kendati demikian, situasi berbeda terjadi di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Di kawasan tersebut, kebakaran hutan dan lahan telah memasuki hari ke-10 dan belum berhasil dipadamkan, dengan total luas lahan yang terbakar telah mencapai 64 hektare.

Baca Juga

37 Rumah Rusak dan 245 Warga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Jalan Kandea Makassar

37 Rumah Rusak dan 245 Warga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Jalan Kandea Makassar

Untuk mengatasi penyebaran titik api yang lebih luas, tim Manggala Agni juga telah memperluas jangkauan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan mereka ke wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Bengkalis, Riau. Dalam menjalankan tugasnya di lapangan, tim pemadam kebakaran menghadapi berbagai tantangan berat yang menghambat proses pemadaman. Beberapa kendala utama yang dihadapi oleh petugas di lokasi kebakaran antara lain adalah akses jalan yang sangat terbatas menuju titik api serta tiupan angin kencang yang menyulitkan pengendalian api di lapangan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Kemitraan Strategis RANS dan Mayora Group Serta Rencana Ekspansi Bisnis Pasca-IPORupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.795, IHSG Menguat 18,44 PoinMeminta Tanpa Meminta, Perilaku Dry-Begging yang Bikin CanggungBGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 JamStrategi Tekanan Ekonomi Donald Trump terhadap Iran dan Ketegangan di Selat HormuzMeta Rilis Muse Glimmer, Model AI yang Bisa Berjalan Tanpa InternetHarga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran RedupRupiah Melemah ke Rp17.795 per Dolar AS Akibat Sentimen Geopolitik Timur Tengah

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

Nasional

Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka Keluarga

11 Agu 2026

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

Nasional

Dampak Topan Dolphin di Jepang, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi dan Penerbangan Dibatalkan

8 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Aiptu Asep Meninggal Akibat Tabrak Lari di Bandung dan Duka KeluargaNasional 路 11 Agu 2026
goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap