Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk yang terletak di Jalan Kandea, Kota Makassar, pada Senin malam (10/8). Peristiwa kebakaran yang dilaporkan pertama kali terjadi sekitar pukul 20.10 WITA ini mengakibatkan kerusakan yang sangat parah pada tempat tinggal warga setempat. Berdasarkan laporan terkini, bencana kebakaran di Jalan Kandea Makassar tersebut merusak sebanyak 37 unit rumah dan menyebabkan sedikitnya 245 warga harus kehilangan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.
Tingkat kerusakan fisik akibat kobaran api di lokasi kejadian tergolong sangat berat. Dari total 37 unit rumah yang terdampak, sebanyak 25 unit di antaranya dilaporkan telah rata dengan tanah akibat dilalap api. Secara lebih rinci, kebakaran ini menghanguskan 20 unit rumah yang berada di wilayah RT 03/RW 04, serta 17 unit rumah lainnya yang terletak di wilayah RT 04/RW 04. Akibat musibah ini, sebanyak 60 kepala keluarga kehilangan tempat berteduh. Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun terdapat dua warga yang dilaporkan mengalami luka ringan.
Di antara ratusan warga yang kini kehilangan tempat tinggal, terdapat sejumlah kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari pihak terkait. Data mencatat bahwa korban terdampak meliputi 30 balita, 63 anak-anak, 11 lansia, serta satu orang ibu hamil. Untuk mengatasi amukan api yang cepat membesar di kawasan padat tersebut, sebanyak 50 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan sementara mengenai penyebab utama dari kebakaran ini adalah akibat korsleting listrik.
BGN Batasi Konsumsi Makan Bergizi Gratis Maksimal 4 Jam

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadly, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera disalurkan kepada para korban terdampak. Kebutuhan mendesak tersebut meliputi terpal untuk mendirikan tempat penampungan darurat, family kit, baby kit, first aid kit, pakaian yang layak pakai, sarung, serta selimut. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik dan logistik, BPBD Makassar juga telah menyiapkan layanan dukungan psikososial serta kegiatan trauma healing guna membantu memulihkan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak.
Peristiwa kebakaran di Jalan Kandea ini menambah daftar panjang kejadian darurat yang melanda wilayah Makassar dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, kebakaran juga sempat melanda Nipah Park Makassar pada Minggu malam (9/8), meskipun pusat perbelanjaan tersebut dilaporkan sudah dapat beroperasi kembali secara normal keesokan harinya mulai pukul 10.00 WITA. Selain itu, sebuah kebakaran besar juga pernah melanda wilayah permukiman padat di Kecamatan Tallo, Makassar, pada Jumat (31/7) dini hari, yang menghanguskan sedikitnya 50 rumah dan berdampak langsung pada 90 kepala keluarga di sana.
Kabut Tipis Diduga Asap Karhutla Mulai Menyelimuti Kota Pekanbaru

Rentetan musibah ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang memicu setidaknya 14 kejadian bencana yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah Makassar. Di tengah kesibukan penanganan berbagai bencana tersebut, kabar duka juga menyelimuti instansi kebencanaan setempat setelah seorang personel BPBD Makassar bernama Abu Bakar Siddik dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak truk tronton di Jalan Galangan Kapal. Sementara itu, di tingkat nasional, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran terus ditingkatkan, di mana Menko Polkam menyatakan bahwa pemerintah saat ini tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi.






