Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah merupakan permasalahan yang memerlukan penanganan serius, terpadu, dan berkesinambungan. Dampak dari bencana lingkungan ini tidak hanya sebatas pada kerusakan ekosistem hutan dan lahan, tetapi juga berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya. Menurut penjelasan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, karhutla memiliki potensi besar untuk menurunkan kualitas udara secara signifikan, yang pada gilirannya dapat memicu munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA). Oleh karena itu, penanganan karhutla di wilayah tersebut menuntut respons yang sangat cepat, tepat, dan didukung oleh koordinasi yang solid dari berbagai pihak demi melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap.








