Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah perkotaan yang membutuhkan pendekatan baru dan terstruktur. Sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan adanya peralihan paradigma pengelolaan sampah di wilayah Jakarta. Pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2026, beliau menyatakan bahwa Jakarta harus meninggalkan pola konvensional angkut-buang dan beralih menuju sistem baru yaitu pilah-angkut-olah. Untuk mewujudkan sistem baru tersebut, pemanfaatan inovasi teknologi dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, secara langsung mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan inovasi teknologi pengolahan sampah yang merupakan hasil inovasi dari berbagai perguruan tinggi.








