goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Memahami PSAK 117 dan Cara Baru Menilai Kinerja Perusahaan Asuransi

Nyaring JalungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami PSAK 117 dan Cara Baru Menilai Kinerja Perusahaan Asuransi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 membawa perubahan mendasar bagi industri asuransi di Indonesia. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), standar akuntansi baru ini mengubah secara menyeluruh cara publik maupun investor dalam menilai kinerja perusahaan asuransi. Penilaian kinerja kini tidak lagi bertumpu pada besaran premi maupun laba semata, melainkan bergeser ke arah analisis sumber keuntungan hingga potensi laba di masa depan. Perubahan ini menjadi langkah maju untuk menciptakan transparansi yang lebih baik di dalam industri asuransi nasional.

Dalam acara Media Workshop AAJI yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Jumat (31/7), Head Working Group Keuangan dan Permodalan AAJI, Sisca Wirjawan, menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan ini. Sisca Wirjawan menyatakan bahwa

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
PSAK 117
merupakan transformasi paling signifikan dalam pelaporan keuangan industri asuransi. Standar baru ini tidak mengubah model bisnis dari perusahaan asuransi itu sendiri. Fokus utama dari penerapan aturan ini adalah mengubah cara mengukur cadangan, mengakui laba, hingga menyajikan
laporan keuangan
secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Sisca menjelaskan bahwa implementasi standar baru ini bukan sekadar perubahan dari sisi akuntansi, melainkan juga mengubah secara signifikan proses operasional keuangan di dalam perusahaan. Sebelum aturan ini berlaku, indikator yang sering menjadi perhatian publik seperti pendapatan premi kerap dijadikan acuan utama untuk mengukur kesuksesan. Namun, di bawah payung PSAK 117, pendapatan premi tidak lagi menjadi tolok ukur utama kinerja.

Baca Juga

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026 dan Penyesuaian Pertamax

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026 dan Penyesuaian Pertamax

Sebagai gantinya, kinerja perusahaan akan dinilai berdasarkan beberapa komponen baru yang lebih terperinci. Komponen-komponen tersebut meliputi pendapatan asuransi (insurance revenue), hasil jasa asuransi, hasil investasi, serta Contractual Service Margin (CSM). Pergeseran parameter ini bertujuan agar para investor dapat melihat secara lebih jelas dari mana sebenarnya sumber keuntungan perusahaan tersebut berasal.

Setiap indikator baru dalam PSAK 117 memiliki peran spesifik dalam menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan. Hasil jasa asuransi kini menjadi indikator penting untuk menilai apakah perusahaan benar-benar memperoleh keuntungan dari bisnis inti perlindungan asuransi. Di sisi lain, hasil investasi atau investment result menunjukkan seberapa besar kontribusi dari hasil pengelolaan dana terhadap laba perusahaan secara keseluruhan. Dengan adanya pemisahan yang tegas ini, publik bisa mengetahui apakah keuntungan perusahaan disokong oleh proteksi asuransi atau justru dari hasil investasinya.

Sementara itu, Contractual Service Margin atau CSM dinilai menjadi salah satu metrik utama dalam pelaporan keuangan yang baru. Metrik ini mencerminkan keuntungan masa depan yang masih tersimpan dan akan diakui secara bertahap selama perusahaan memberikan layanan kepada pemegang polis. CSM pada dasarnya menunjukkan nilai dari perusahaan asuransi itu sendiri karena memuat komponen profit di masa depan yang menjadi perhatian utama dalam menilai kinerja jangka panjang.

Baca Juga

Cara Membandingkan Harga dan Mengatur Anggaran BBM BP dan Pertamina per 1 Agustus 2026

Cara Membandingkan Harga dan Mengatur Anggaran BBM BP dan Pertamina per 1 Agustus 2026

Meskipun terdapat banyak perubahan metrik, total laba yang diperoleh dari satu polis antara PSAK lama dengan PSAK 117 sebenarnya tetap sama. Sisca menegaskan bahwa secara total, besaran laba tidak mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi hanya terletak pada pola pengakuannya agar lebih mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Langkah pembaruan ini juga membawa industri asuransi Indonesia ke kancah global. Penyajian laporan keuangan yang baru ini telah mengadopsi standar internasional IFRS 17. Dengan mengadopsi standar internasional tersebut, informasi yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik. Selain itu, kinerja perusahaan asuransi di Indonesia menjadi lebih mudah dibandingkan dengan perusahaan asuransi di negara lain. Hal ini membuat industri asuransi domestik menjadi lebih sebanding atau setara dengan perusahaan-perusahaan global.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

laporan keuanganPSAK 117AsuransiAAJIIFRS 17

Berita Terbaru Lainnya

Alasan FIFA Batal Menjual Saham Komersial Piala DuniaMemahami Krisis Kepemimpinan FIFA dan Bursa Calon Pengganti Gianni InfantinoAlasan Google Menarik Fitur AI di Google Earth Akibat Bahaya Rekayasa GambarKomitmen Sudaryono dalam Menjaga Program Makan Bergizi Gratis dari Praktik KorupsiCara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanRumah Kontrakan Polisi di Karawang Dirusak Sekelompok Orang Bersenjata TajamDaftar Komisaris Jenderal Polri yang Memasuki Masa Pensiun pada Tahun 2026Cara Mengatasi Kendala Desil untuk Pengajuan Kartu Jakarta Pintar

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap