goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Teknologi

Alasan Google Menarik Fitur AI di Google Earth Akibat Bahaya Rekayasa Gambar

Ding BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.37 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Google Menarik Fitur AI di Google Earth Akibat Bahaya Rekayasa Gambar
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Langkah mengejutkan diambil oleh raksasa teknologi Google dengan secara resmi menarik kembali fitur visualisasi kecerdasan buatan pada layanan Google Earth. Penarikan fitur ini dilakukan pada hari Jumat (31/7), yang mana hanya berjarak satu hari setelah fitur tersebut diluncurkan kepada publik. Keputusan cepat ini diambil menyusul adanya kekhawatiran besar mengenai potensi penyalahgunaan teknologi rekayasa visual yang tertanam di dalam platform pemetaan global tersebut.

Sebelum akhirnya ditarik dari peredaran, fitur pembuat gambar ini digerakkan oleh teknologi yang dinamakan AI Nano Banana 2. Melalui teknologi tersebut, pengguna memiliki kemampuan untuk merekayasa citra satelit, peta tiga dimensi, serta foto udara menjadi sebuah visual baru hanya dalam hitungan detik. Kehadiran tombol rekayasa gambar tersebut dinilai sangat rentan disalahgunakan. Oleh karena itu, juru bicara Google menyatakan bahwa pihaknya menarik kembali fitur ini selagi perusahaan menerapkan batasan pengaman yang lebih kuat. Pada akhirnya, Google menghapus opsi tombol rekayasa gambar tersebut dari seluruh jaringan layanan Google Earth.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Kekhawatiran mengenai penyalahgunaan fitur ini terbukti berdasar melalui sejumlah uji coba independen. Dalam pengujian tersebut, fitur kecerdasan buatan ini terbukti sanggup memproduksi citra satelit palsu dengan tingkat detail dan presisi yang sangat tinggi. Beberapa contoh rekayasa yang berhasil diciptakan meliputi gambar ledakan di Paris, lokasi fasilitas nuklir di Iran, kawah akibat bom di Rusia, hingga pemandangan kamp militer di Suriah. Visual buatan yang tampak sangat nyata ini dinilai berpotensi besar memicu krisis geopolitik di tingkat global jika tersebar luas dan diyakini sebagai sebuah kebenaran.

Baca Juga

Alasan FIFA Batal Menjual Saham Komersial Piala Dunia

Alasan FIFA Batal Menjual Saham Komersial Piala Dunia

Berbagai kritik tajam pun mengalir dari para pakar investigasi digital dan keamanan informasi terkait keputusan awal peluncuran fitur ini. Pakar investigasi digital Henk Van Ess memberikan kritik keras dengan menegaskan bahwa Google telah menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membangun rujukan pemetaan yang dipercaya oleh dunia. Namun, mereka justru menambahkan tombol yang memungkinkan pembuatan hal-hal rekayasa. Peringatan serupa juga diutarakan oleh Ross Burley yang menjabat sebagai Executive Director dari Centre for Information Resilience. Ross Burley mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap citra satelit membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dibangun, namun hal tersebut dapat rusak tak berbekas hanya dalam semalam akibat manipulasi visual.

Dampak nyata dari penyebaran gambar rekayasa kecerdasan buatan sejatinya sudah pernah tercatat dalam sejarah baru-baru ini. Pada tahun 2023 lalu, terdapat insiden beredarnya foto hasil kecerdasan buatan yang menampilkan ledakan di gedung Pentagon. Foto palsu tersebut menyebar dengan cepat dan tercatat sempat mengguncang pasar saham global secara mendadak. Peristiwa ini menjadi bukti konkret mengenai betapa besarnya ancaman manipulasi visual terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, sehingga memperkuat alasan mengapa fitur rekayasa di platform pemetaan harus dibatasi secara ketat.

Di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa kecerdasan buatan juga membawa transformasi digital yang signifikan di berbagai sektor industri jika digunakan dengan tepat. Sebagai contoh, industri kelapa sawit saat ini tengah memasuki era transformasi digital melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things. Dalam bidang otomotif, Omoda memperkenalkan kendaraan Omoda O4 EV yang menggabungkan elektrifikasi, desain berkonsep Cyber Mecha Design, serta teknologi kecerdasan buatan dalam satu ekosistem kendaraan pintar. Selain itu, pengembangan sistem pemantauan seperti NAVI-Orbital juga memanfaatkan arsitektur multi-agen yang terdiri dari pengoordinasi tugas, penganalisis gambar, dan agen dialog.

Baca Juga

Memahami Krisis Kepemimpinan FIFA dan Bursa Calon Pengganti Gianni Infantino

Memahami Krisis Kepemimpinan FIFA dan Bursa Calon Pengganti Gianni Infantino

Inovasi kecerdasan buatan juga terus berkembang di sektor pendidikan. Mahasiswa Fasilkom UI berhasil menghadirkan Tofly, sebuah platform persiapan TOEFL ITP berbasis kecerdasan buatan. Di tengah pesatnya adopsi teknologi ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie mengingatkan para mahasiswa untuk selalu berpikir kritis dalam menggunakan kecerdasan buatan. Hal ini ditekankan guna menghindari ketergantungan yang berlebihan serta menekan dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan teknologi tersebut.

Pada akhirnya, keaslian data dan informasi, termasuk citra satelit, tetap menjadi fondasi utama dalam memahami dunia secara akurat. Sebagai contoh pentingnya citra satelit asli, sebuah foto satelit nyata pernah menampilkan pemandangan 10 pusaran gelap yang berputar di atas sebuah pulau vulkanik tak berpenghuni di Samudra Hindia. Penemuan fenomena alam semacam ini hanya dapat dipercaya dan dikaji lebih lanjut jika platform penyedia citra satelit terbebas dari campur tangan rekayasa gambar. Oleh karena itu, langkah penarikan fitur rekayasa di Google Earth dinilai sebagai upaya penting untuk menjaga integritas informasi visual di masa depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kecerdasan BuatanKeamanan DigitalGoogle EarthCitra SatelitTeknologi AI

Berita Terbaru Lainnya

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank JakartaPrabowo Subianto Bahas Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam Bersama Kadin di JakartaCara Mengetahui Daftar 10 Bank yang Tutup per Juli 2026 dan Memahami Proses PenyelesaiannyaPergerakan Rupiah Tembus Rp18.100 dan Potensi Pelemahan LanjutanPembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir Senilai Rp1 Triliun Dimulai Akhir 2026Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Berdasarkan Laporan SemesteranHarga BBM Nonsubsidi Pertamina Resmi Turun Mulai 1 Agustus 2026Cara Menganalisis Kinerja Keuangan dan Lonjakan Laba Tugu Insurance pada Semester I-2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap