Langkah mengejutkan diambil oleh raksasa teknologi Google dengan secara resmi menarik kembali fitur visualisasi kecerdasan buatan pada layanan Google Earth. Penarikan fitur ini dilakukan pada hari Jumat (31/7), yang mana hanya berjarak satu hari setelah fitur tersebut diluncurkan kepada publik. Keputusan cepat ini diambil menyusul adanya kekhawatiran besar mengenai potensi penyalahgunaan teknologi rekayasa visual yang tertanam di dalam platform pemetaan global tersebut.
Sebelum akhirnya ditarik dari peredaran, fitur pembuat gambar ini digerakkan oleh teknologi yang dinamakan AI Nano Banana 2. Melalui teknologi tersebut, pengguna memiliki kemampuan untuk merekayasa citra satelit, peta tiga dimensi, serta foto udara menjadi sebuah visual baru hanya dalam hitungan detik. Kehadiran tombol rekayasa gambar tersebut dinilai sangat rentan disalahgunakan. Oleh karena itu, juru bicara Google menyatakan bahwa pihaknya menarik kembali fitur ini selagi perusahaan menerapkan batasan pengaman yang lebih kuat. Pada akhirnya, Google menghapus opsi tombol rekayasa gambar tersebut dari seluruh jaringan layanan Google Earth.








