goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Nasib Nilai Tukar Rupiah Usai Tembus Level Rp18.100 per Dolar AS

Joko PrabowoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 12.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nasib Nilai Tukar Rupiah Usai Tembus Level Rp18.100 per Dolar AS
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini menjadi sorotan utama setelah menembus level psikologis Rp18.100. Tren pergerakan nilai tukar mata uang Garuda ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait seberapa jauh pelemahan akan terjadi dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya. Sepanjang pekan terakhir di bulan Juli, pasar keuangan memantau dengan saksama fluktuasi rupiah yang bergejolak. Untuk memahami situasi ini secara lebih mendalam, berikut adalah panduan seputar dinamika nilai tukar rupiah, lengkap dengan pandangan dari sejumlah analis dan pengamat pasar uang mengenai proyeksi pergerakan kurs ke depan.

Bagaimana pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang pekan terakhir di bulan Juli? Berdasarkan catatan perdagangan, mata uang rupiah beberapa kali menyentuh level psikologis Rp18.100 per

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
dolar AS
sepanjang pekan terakhir bulan Juli. Pada tanggal 28 Juli, mata uang Garuda ditutup tepat pada level Rp18.100 per dolar AS. Sehari setelahnya, yakni pada tanggal 29 Juli, nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan hingga berada di posisi Rp18.108 per dolar AS. Puncak tekanan pada pekan tersebut terjadi pada tanggal 30 Juli, di mana rupiah menyentuh level Rp18.111 per dolar AS, yang mencatatkan diri sebagai level terlemah sepanjang pekan itu. Meski demikian, tren negatif ini terputus pada perdagangan hari Jumat, 31 Juli. Pada hari tersebut, rupiah berbalik arah, kembali menguat dan ditutup pada level Rp18.022 per dolar AS. Penguatan ini merepresentasikan kenaikan sebesar 89 poin, atau setara dengan 0,49 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.
Baca Juga

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan Kawasan

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan Kawasan

Apakah pelemahan rupiah diprediksi akan terus berlanjut hingga mencapai level Rp18.500? Menurut para analis keuangan, pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.100 per dolar AS belum tentu akan berlanjut secara otomatis ke angka Rp18.500 dalam waktu dekat. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa secara jangka pendek, mata uang rupiah masih memiliki peluang yang cukup besar untuk bertahan di bawah level Rp18.500 per dolar AS. Di sisi lain, pengamat pasar uang Ariston Tjendra memberikan pandangan bahwa peluang bagi rupiah untuk melemah lebih jauh ke titik Rp18.500 per dolar AS masih tetap terbuka. Perbedaan proyeksi ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah ke depan sangat bergantung pada berbagai dinamika yang sedang berlangsung, baik dari sisi eksternal maupun internal yang terus diawasi oleh para pelaku pasar.

Faktor eksternal apa saja yang saat ini memengaruhi nilai tukar rupiah? Tekanan utama terhadap pergerakan nilai tukar rupiah sebagian besar bersumber dari faktor-faktor eksternal. Lukman Leong menjelaskan bahwa faktor utama dari luar negeri yang sangat memengaruhi kurs rupiah adalah pergerakan harga minyak dunia serta prospek kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Meskipun tekanan dari luar cukup nyata, Lukman Leong juga menyoroti bahwa data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sebelum tanggal 31 Juli justru menunjukkan hasil yang sangat negatif bagi dolar AS, yang pada gilirannya memberikan sedikit ruang bernapas bagi rupiah. Sementara itu, Ariston Tjendra menambahkan bahwa situasi perang antara Iran dan Amerika Serikat turut menjadi sentimen eksternal yang krusial. Konflik geopolitik tersebut berpotensi mendorong kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, yang secara langsung dapat memengaruhi stabilitas mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga

Membedah Kinerja dan Strategi Pertumbuhan Telkom pada Semester I 2026

Membedah Kinerja dan Strategi Pertumbuhan Telkom pada Semester I 2026

Bagaimana faktor internal menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya? Selain sentimen global, faktor dari dalam negeri juga memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan laju pergerakan nilai tukar. Ariston Tjendra menilai bahwa kecepatan pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti perang Iran-AS, tetapi juga sangat bergantung pada dinamika kebijakan di dalam negeri. Secara spesifik, ia menegaskan bahwa laju depresiasi rupiah akan bergantung pada sejauh mana pemerintah merespons berbagai isu terkait program-program yang saat ini tengah disorot oleh pasar. Langkah dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menanggapi sorotan pasar ini akan menjadi indikator krusial bagi para investor. Respons yang tepat dari pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang masih terus berlangsung.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahDolar ASNilai TukarThe FedEkonomi Indonesiakurs rupiah

Berita Terbaru Lainnya

Aturan Penebangan Pohon di Kota Bandung, Prosedur Resmi dan Sanksi PelanggaranAkhir Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn WijayaCara Mengelola Area Usaha Tanpa Melanggar Aturan Penebangan Pohon PeneduhKronologi dan Penanganan Kebakaran di Hotel Pullman Tanjung Duren Jakarta BaratStrategi Mengelola Aksi Crowd Surfing dengan Properti Raksasa di Konser MusikTren Truk Kabin Lebar Makin Diminati Pengusaha, KTB Fuso Ungkap AlasannyaBerpulangnya Maestro Seni Rupa Nasirun, Informasi Lengkap Waktu, Lokasi, dan Rencana PemakamanCara Memahami Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis pada APBN 2028

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap