goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengapa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Menyebut Dirinya Menteri Paling Kurang Beruntung di Dunia?

Nyaring JalungDiterbitkan 4 Agu 2026 - 16.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Menyebut Dirinya Menteri Paling Kurang Beruntung di Dunia?
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik perhatian publik lewat pernyataan terbarunya saat menghadiri acara GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan kembali pengalamannya saat mendatangi forum keuangan internasional bersama Bank Dunia (World Bank) dan International Monetary Fund (IMF) pada bulan April 2026 yang lalu. Di hadapan perwakilan lembaga-lembaga keuangan global tersebut, Purbaya melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan dengan menyebut dirinya sendiri sebagai menteri paling kurang beruntung di dunia. Ungkapan ini mencerminkan beratnya tantangan yang harus ia hadapi selama memimpin kementerian keuangan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Mengapa Purbaya Yudhi Sadewa menyebut dirinya sebagai menteri paling tidak beruntung di dunia saat bertemu World Bank dan IMF?

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya bukan tanpa alasan yang mendasar. Saat bertemu dengan perwakilan World Bank dan IMF pada April 2026, ia memaparkan berbagai situasi sulit yang terus-menerus mendera selama masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Menurut penuturannya, ia merasa kurang beruntung karena harus menavigasi kebijakan fiskal negara di kala rentetan tantangan berat datang silih berganti tanpa jeda. Situasi ini dinilai sangat menantang karena menuntut respons kebijakan yang cepat di tengah situasi yang serbacepat berubah dan sulit diprediksi di tingkat global maupun domestik.

Apa saja tantangan internal dan eksternal yang dihadapi Menkeu Purbaya selama masa jabatannya?

Baca Juga

Tantangan Ekonomi Nasional di Balik Kelakar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Tantangan Ekonomi Nasional di Balik Kelakar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Tantangan yang dihadapi oleh Purbaya selama menjabat sebagai Menteri Keuangan datang dari berbagai arah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Di ranah domestik, ia harus menghadapi gejolak sosial berupa aksi demo besar-besaran yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Selain tekanan dari aksi protes tersebut, Indonesia juga harus berhadapan dengan sentimen negatif yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek keuangan negara. Di sisi lain, gejolak eksternal dari kancah geopolitik global turut memperkeruh suasana dengan pecahnya perang di Iran. Kombinasi antara tekanan politik dalam negeri, penilaian negatif dari lembaga pemeringkat, serta konflik bersenjata di tingkat global menciptakan lingkungan kerja yang sangat berat bagi pengambil kebijakan keuangan negara.

Bagaimana kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah berbagai tekanan tersebut?

Meskipun didera oleh berbagai sentimen negatif dan konflik geopolitik global yang memicu ketidakpastian tinggi, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap dikelola dengan sangat baik. Menurut penjelasannya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, ketahanan ekonomi nasional ini dapat tercapai berkat pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter yang sangat solid. Sinergi yang kuat di sektor kebijakan makro ini terbukti efektif menjadi benteng pertahanan utama dalam meminimalkan dampak negatif dari ketidakpastian politik serta ekonomi global yang sedang berlangsung saat ini.

Bagaimana perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026?

Baca Juga

Lembaga Penjamin Simpanan Tangani Likuidasi 18 BPR dan BPRS hingga Juni 2026

Lembaga Penjamin Simpanan Tangani Likuidasi 18 BPR dan BPRS hingga Juni 2026

Di tengah situasi politik dan ekonomi global yang diselimuti ketidakpastian tinggi, Indonesia masih mampu menunjukkan kinerja pertumbuhan yang cukup tangguh dibandingkan dengan negara-negara lain. Purbaya memaparkan bahwa perekonomian nasional tetap mencatatkan angka pertumbuhan di kisaran 5%. Secara berkala, ekonomi Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan pada kuartal pertama dan kuartal kedua tahun ini. Namun, ia juga memberikan catatan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua terpantau sedikit lebih lambat jika dibandingkan dengan pencapaian yang berhasil diraih pada kuartal pertama.

Apa target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk paruh kedua tahun ini?

Menyikapi dinamika perlambatan yang terjadi pada kuartal kedua, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmennya untuk menggenjot kinerja perekonomian nasional pada sisa tahun ini. Ia menegaskan akan memastikan bahwa pada paruh kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipacu hingga mendekati angka 6%. Target optimistis ini dipasang guna memastikan pemulihan ekonomi berjalan optimal dan stabilitas nasional tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika eksternal yang belum sepenuhnya mereda.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GIIAS 2026Purbaya Yudhi SadewaPertumbuhan EkonomiIMFMenteri KeuanganWorld Bank

Berita Terbaru Lainnya

Evaluasi Keselamatan KM Mutiara Sentosa 2 dan Urgensi Target Waktu Penyelamatan LautGelombang Panas Ekstrem Melanda Korea Selatan dan Memicu Perombakan Sistem Penanggulangan KrisisSurat Edaran Tema, Logo, dan Peringatan HUT Ke-81 RI Tahun 2026 Resmi DiterbitkanZulkifli Hasan Bantah Isu Pembangunan Koperasi Desa di Tengah LautSeleksi Magang Nasional Batch I Angkatan II 2026, Ratusan Ribu Pendaftar Berebut 50 Ribu KuotaTantangan Ekonomi Nasional di Balik Kelakar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadewaKoalisi Malaysia Memanas, DAP Gelar Pemungutan Suara Penentu Posisi Kabinet Anwar IbrahimStrategi GOTO Memperkuat Lini Bisnis Gojek dan Fintech pada 2026

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap