goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Menelusuri Langkah Alih Kepemilikan Matahari Department Store ke Tangan Lippo Group

Joko PrabowoDiterbitkan 9 Agu 2026 - 00.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menelusuri Langkah Alih Kepemilikan Matahari Department Store ke Tangan Lippo Group
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perjalanan PT Matahari Department Store Tbk merupakan salah satu kisah paling menarik dalam sejarah industri ritel di Indonesia. Perusahaan ritel ini telah berkembang pesat hingga memiliki jaringan yang sangat luas, mencakup 155 gerai yang tersebar di 81 kota di berbagai wilayah Tanah Air. Namun, di balik kesuksesan besar tersebut, terdapat sejarah panjang yang dimulai dari sebuah toko kecil di Jakarta hingga akhirnya mengalami alih kepemilikan ke tangan salah satu keluarga konglomerat terbesar di Indonesia, yaitu Lippo Group. Peristiwa akuisisi yang terjadi pada tahun 1996 tersebut menandai babak baru bagi jalannya bisnis ritel legendaris ini.

Jauh sebelum menjelma menjadi raksasa ritel nasional, cikal bakal dari Matahari adalah sebuah toko pakaian sederhana bernama Micky Mouse. Toko ini didirikan dan dibuka pertama kali oleh Hari Darmawan di kawasan Pasar Baru pada tahun 1960. Pada masa-masa awal tersebut, Micky Mouse berfokus menjajakan pakaian impor untuk para pelanggannya. Selain pakaian impor, toko ini juga menjual produk dengan merek buatan sendiri yang dinamakan MM Fashion, yang diproduksi secara langsung oleh istri dari Hari Darmawan sendiri.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Langkah ekspansi besar berikutnya terjadi pada tahun 1968. Hari Darmawan memiliki keinginan untuk memperluas jangkauan usahanya dengan mengakuisisi toko lain. Dengan memanfaatkan pinjaman dana sebesar US$ 200 juta dari Citibank, Hari Darmawan berhasil merealisasikan rencana tersebut dan sukses mengakuisisi dua gerai toko bernama De Zion yang berlokasi di Jakarta dan Bogor. Setelah proses akuisisi selesai, nama De Zion langsung diubah menjadi "Matahari". Pergantian nama ini didasarkan pada penjelasan Hari Darmawan sendiri, yang menyebutkan bahwa kata "De Zion" dalam bahasa Belanda memiliki arti "Matahari".

Baca Juga

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo

Dalam upaya mengembangkan toko ritel barunya, Hari Darmawan mencari inspirasi dari luar negeri. Ia memilih untuk meniru konsep dari jaringan ritel asal Jepang, yaitu Sogo Department Store. Hari Darmawan menginginkan agar Matahari dapat beroperasi layaknya Sogo yang menyediakan pilihan baju selengkap mungkin, sehingga para konsumen memiliki kebebasan untuk memilih barang terbaik dengan harga yang murah. Konsep ini terbukti sangat diminati masyarakat, sehingga Matahari mengalami perkembangan yang sangat pesat sepanjang dekade 1970-an hingga 1980-an. Pada masa ini, jenis barang yang dijual pun semakin beragam. Gerai Matahari tidak lagi hanya menjual pakaian, melainkan juga mulai menjual berbagai produk lain seperti perhiasan, tas, sepatu, kosmetik, peralatan elektronik, mainan anak-anak, alat tulis, hingga buku.

Perkembangan pesat ini kemudian membawa perusahaan ke level yang lebih tinggi pada akhir era 1980-an. Pada tahun 1989, PT Matahari Department Store Tbk secara resmi memutuskan untuk menjual sahamnya kepada publik melalui bursa efek dengan menggunakan kode emiten LPPF. Langkah go public ini sejalan dengan ambisi besar yang dimiliki oleh Hari Darmawan, yaitu memperluas jaringan bisnisnya hingga mampu mendirikan 1.000 gerai Matahari di seluruh penjuru negeri. Target ambisius ini mendorong Matahari untuk terus berekspansi secara agresif ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga

Transaksi QRIS Tembus Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026

Transaksi QRIS Tembus Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026

Ambisi besar Hari Darmawan untuk terus memperluas jaringan Matahari rupanya menarik perhatian dari James Riady. James Riady merupakan seorang bankir muda sekaligus anak dari pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. James Riady menawarkan pinjaman dana dengan bunga rendah senilai Rp 1,6 triliun kepada Hari Darmawan untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, yang kemudian disetujui oleh Hari Darmawan. Namun di sisi lain, James Riady juga memiliki ketertarikan untuk terjun ke bisnis ritel. Ia kemudian membawa merek ritel raksasa asal Amerika Serikat, WalMart, masuk ke pasar Indonesia. Menariknya, gerai WalMart sengaja didirikan persis di depan lokasi gerai Matahari. Persaingan sengit pun tidak terhindarkan, namun pada akhirnya WalMart kalah bersaing dengan Matahari, dan Matahari tetap kokoh berdiri sebagai raja ritel di Indonesia.

Meskipun berhasil memenangkan persaingan sengit melawan WalMart, sejarah Matahari mencatat perubahan besar pada tahun 1996. Secara mengejutkan, di saat Matahari sedang berada di puncak kejayaannya dengan omzet mencapai Rp 2 triliun, Hari Darmawan menerima tawaran pembelian dari James Riady. Dengan diterimanya tawaran tersebut, kepemilikan Matahari secara resmi beralih ke bawah naungan Lippo Group. Keputusan akuisisi ini menandai akhir dari era kepemilikan pendiri awal, Hari Darmawan, sekaligus mengukuhkan posisi Matahari di bawah pengelolaan keluarga konglomerat Lippo Group hingga berhasil tumbuh menjadi jaringan ritel dengan 155 gerai di 81 kota di Indonesia saat ini.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Jorge Messi, Ayah dan Agen Lionel Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 TahunBanteng Jakarta FC Siapkan Skuad U-17 Menuju Soekarno Cup 2026Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan BintanLansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan Ponsel RaibAparat Gabungan Selidiki Penembakan Warga di Penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari PetojoMenkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut di Perbatasan TimurKolaborasi Changhong Indonesia dan Rossa dalam Kampanye Langgeng Bersama

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026