goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo

Iswan TandirerungDiterbitkan 9 Agu 2026 - 00.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Langkah kaki para pembeli yang hilir mudik di gerai ritel modern kini menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai sudut wilayah Indonesia. Di balik jaringan puluhan ribu toko kelontong modern tersebut, terdapat kisah perjuangan seorang pria bernama asli Kwok Kwie Fo, atau yang kini lebih dikenal sebagai Djoko Susanto. Jauh sebelum namanya tercatat sebagai salah satu tokoh ritel terkemuka di tanah air, ia mengawali langkahnya dari sebuah ruang usaha yang sangat sederhana. Menjaga warung kelontong milik ibunya di kawasan Petojo, Jakarta, menjadi sekolah bisnis pertama tempat ia mempelajari dasar-dasar perdagangan langsung dari masyarakat sekitar.

Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia ritel keluarga, Djoko sempat meniti karier sebagai pekerja biasa di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perakitan radio. Namun, panggilan untuk mengembangkan usaha keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. Pada tahun 1996, ia memilih kembali untuk memfokuskan tenaga dan pikirannya guna membantu warung kelontong milik ibunya yang bernama Toko Sumber Bahagia. Di toko inilah, berbagai barang kebutuhan pokok sehari-hari seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun, hingga rokok dijajakan kepada para pelanggan lokal.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Ketekunan Djoko dalam mengelola Toko Sumber Bahagia perlahan-lahan mulai membuahkan hasil yang signifikan. Toko kelontong tersebut mulai menggeser fokus bisnisnya ke arah penjualan rokok dalam skala besar, dengan menggandeng produsen Gudang Garam sebagai mitra utama mereka. Keputusan strategis ini terbukti tepat karena pada tahun 1987, Djoko telah berhasil membangun jaringan yang terdiri dari 15 toko grosir. Prestasi tersebut bahkan membuatnya dinobatkan sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar pada masa itu. Momentum penting berikutnya terjadi pada akhir tahun 1986, ketika Djoko bertemu dengan Putera Sampoerna yang memimpin PT HM Sampoerna. Pertemuan ini membuka jalan baru bagi karier bisnisnya.

Baca Juga

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan Bintan

Kerja sama dengan Putera Sampoerna membawa Djoko menduduki posisi penting sebagai direktur penjualan di PT Sampoerna. Lewat tangan dinginnya, PT HM Sampoerna berhasil didorong naik ke peringkat kedua terbesar di Indonesia setelah Gudang Garam. Selain itu, ia juga dipercaya menjabat sebagai direktur PT Panarmas yang bertindak selaku distributor resmi rokok Sampoerna. Pada tahun 1989, Djoko terlibat aktif dalam memasarkan produk baru bernama Sampoerna A Mild. Pada tahun yang sama, ia mendirikan PT Alfa Retailindo setelah mengubah fungsi sebuah gudang milik Sampoerna yang terletak di Jalan Lodan Nomor 80.

Gudang di Jalan Lodan tersebut disulap menjadi Toko Gudang Rabat dengan modal awal sebesar Rp 2 miliar. Dalam kepemilikan usaha baru ini, Putera Sampoerna memegang porsi saham sebesar 40 persen, sedangkan sisa sahamnya dimiliki oleh Kwok Kwie Fo. Toko Gudang Rabat inilah yang menjadi cikal bakal dari jaringan Alfa yang kita kenal sekarang. Meski awalnya hanya berfungsi sebagai tempat distribusi rokok baru produksi Sampoerna, tempat ini lambat laun bertransformasi menjadi toko kelontong yang menyediakan beraneka ragam barang kebutuhan. Memasuki era 1990-an, jaringan Gudang Rabat berkembang pesat hingga memiliki 32 gerai dan mulai bersaing ketat dengan Indomaret milik Salim Group.

Baca Juga

Lansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan Ponsel Raib

Lansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan Ponsel Raib

Perkembangan bisnis yang semakin pesat mendorong terjadinya perubahan nama menjadi Alfa Minimart di bawah naungan PT Sumber Alfaria Triyaja pada tanggal 18 Oktober 1999. Gerai pertama dengan konsep baru ini didirikan di Jalan Beringin Raya, Tangerang. Tidak butuh waktu lama bagi perusahaan untuk melangkah ke lantai bursa, di mana Alfa resmi menyatakan go public pada tanggal 18 Januari 2000 dengan nilai kapitalisasi pasar yang saat itu diperkirakan mencapai 108,29 juta dolar AS. Guna memperkuat identitas mereknya di mata konsumen luas, nama Alfa Minimart kemudian resmi berganti menjadi Alfamart terhitung sejak tanggal 1 Januari 2003.

Kini, jaringan ritel yang berawal dari warung kelontong di Petojo tersebut telah menjelma menjadi raksasa bisnis yang menggurita. Total gerai yang berada di bawah naungan Alfamart Group saat ini telah menembus angka lebih dari 23.000 toko di seluruh penjuru Indonesia. Jumlah tersebut mencakup pula gerai-gerai yang dikelola oleh beberapa anak perusahaannya, seperti Alfamidi dan Lawson. Dari sebuah keputusan berani untuk keluar dari pekerjaan pabrik radio demi membantu ibu di warung kelontong, Djoko Susanto berhasil membuktikan bahwa ketekunan dalam membaca peluang pasar mampu mengubah toko sederhana menjadi salah satu jaringan ritel terbesar di tanah air.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Alfamart

Berita Terbaru Lainnya

Jorge Messi, Ayah dan Agen Lionel Messi, Meninggal Dunia di Usia 68 TahunBanteng Jakarta FC Siapkan Skuad U-17 Menuju Soekarno Cup 2026Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Perairan BintanLansia 70 Tahun Diduga Disekap di Apartemen Serpong, Mobil dan Ponsel RaibAparat Gabungan Selidiki Penembakan Warga di Penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026Menelusuri Langkah Alih Kepemilikan Matahari Department Store ke Tangan Lippo GroupMenkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut di Perbatasan TimurKolaborasi Changhong Indonesia dan Rossa dalam Kampanye Langgeng Bersama

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026