goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Langkah-Langkah Memahami Rencana 20 Poin Rekonstruksi Gaza

Nyaring JalungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah-Langkah Memahami Rencana 20 Poin Rekonstruksi Gaza
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Untuk memahami dinamika terbaru di Timur Tengah, publik perlu mencermati langkah-langkah implementasi rencana 20 poin rekonstruksi Jalur Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump. Rencana perdamaian ini mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta pembentukan pasukan internasional ISF. Dalam proses penerapannya, Pemerintah Amerika Serikat telah memperingatkan Israel agar tidak menghambat implementasi kesepakatan tersebut. Pihak Gedung Putih secara tegas menyatakan bahwa Donald Trump akan sangat kecewa apabila Israel mengingkari komitmen yang sebelumnya telah disepakati. Memahami kerangka perjanjian ini membutuhkan perhatian pada tahapan transisi, peran lembaga internasional, dan hambatan di lapangan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama untuk memantau perkembangan ini adalah melihat peran Board of Peace, sebuah lembaga bentukan Amerika Serikat yang bertugas mengawasi tata kelola Gaza pada masa transisi. Pada Kamis (30/7), Donald Trump mengumumkan bahwa Hamas telah menerima proposal pelucutan senjata yang diajukan oleh Board of Peace. Persetujuan dari Hamas ini secara langsung membuka masa negosiasi selama 14 hari ke depan. Waktu dua pekan tersebut digunakan untuk menyepakati jadwal implementasi dari setiap tahapan pelucutan senjata. Pejabat Amerika Serikat menilai Hamas telah menunjukkan komitmen awal dengan menjalankan sebagian kewajibannya, yakni memulangkan sandera dan jenazah yang disepakati.

Langkah kedua adalah mencermati proses pelucutan senjata dan demiliterisasi yang akan berlangsung. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara 200 hingga 350 hari sebelum seluruh kerangka perjanjian dijalankan sepenuhnya. Saat ini, Hamas dan faksi Palestina telah sepakat untuk memulai inventarisasi serta penyerahan senjata berat di Gaza. Namun, tahapan ini memiliki prasyarat yang ketat. Pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan bahwa pelucutan senjata sangat bergantung pada penarikan mundur pasukan Israel dan pelaksanaan rekonstruksi Gaza sesuai kesepakatan. Tanpa adanya penarikan pasukan, kelancaran pelucutan senjata ini akan sulit tercapai.

Baca Juga

Strategi Pengelola Mal di Jakarta Menjaga Keamanan Tanpa Pagar Pembatas Berlebih

Strategi Pengelola Mal di Jakarta Menjaga Keamanan Tanpa Pagar Pembatas Berlebih

Langkah ketiga dalam memahami kesepakatan ini adalah mengenali peran krusial negara-negara penengah. Qatar, Turki, dan Mesir memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan gencatan senjata di Gaza. Meskipun demikian, dinamika politik tetap muncul ketika Israel mengajukan keberatan terhadap keterlibatan Qatar dan Turki di dalam Board of Peace. Keberatan tersebut mendapat sorotan tajam, di mana seorang pejabat Amerika Serikat mengkritik sikap Israel yang menolak kehadiran kedua negara itu. Pejabat senior Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa Washington hanya meminta Israel menjalankan kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya, tanpa menambah tuntutan baru di luar rencana 20 poin.

Langkah keempat adalah mengidentifikasi hambatan diplomasi dan keamanan yang masih terjadi di lapangan. Di ranah diplomasi, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons dingin kabar kemajuan perundingan antara Hamas dan Board of Peace di Mesir. Pemerintah Israel menyatakan bahwa proposal pelucutan senjata tersebut belum memenuhi tuntutan Tel Aviv mengenai demiliterisasi penuh Gaza sebagai syarat penarikan pasukan Israel. Di ranah keamanan, situasi masih diwarnai kekerasan, terbukti dari tewasnya empat warga Palestina akibat serangan Israel di Gaza pada Kamis (30/7).

Baca Juga

Menakar Geliat Ekonomi Malioboro lewat Sensus Ekonomi 2026

Menakar Geliat Ekonomi Malioboro lewat Sensus Ekonomi 2026

Pada akhirnya, cara terbaik untuk mengevaluasi keberhasilan rencana rekonstruksi ini adalah dengan melihat pencapaian tujuan utamanya. Pejabat senior Amerika Serikat mengingatkan bahwa tujuan utama kesepakatan ini adalah mengakhiri perang dan memastikan seluruh sandera dapat dipulangkan. Keberhasilan rencana 20 poin ini sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pihak terhadap komitmen awal, pemenuhan syarat pelucutan senjata, serta penghentian kekerasan di lapangan selama masa transisi berlangsung.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatGazaIsraelBoard of PeaceHamas

Berita Terbaru Lainnya

Antisipasi Pelaku Usaha Hadapi Dampak Perebutan Sumber Daya dan Isu Senjata Nuklir Global1 Agustus 2026 Hari Apa? Mengenal Makna dan Sejarah Girlfriend DayMalam Puncak Hoegeng Awards 2026, Kehadiran Tokoh, Kategori, dan Proses SeleksiCara Merespons Kondisi Darurat Orang Tenggelam Berdasarkan Insiden Sungai CiliwungProgram Bahtra Peduli, Aksi Distribusi Sembako Rutin Setiap Hari Jumat di Sulawesi TenggaraPengungkapan 769 Kasus Curanmor oleh Polda Metro Jaya dalam Operasi Berantas JayaAkses dan Jadwal Menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan MonasKronologi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

Nasional

Langkah Badan Gizi Nasional Membongkar Anomali Rekening dan Mencegah Manipulasi Serapan Anggaran

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap