goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Kriminal

Kronologi Santri di Karawang Dianiaya dan Disiram Air Panas Usai Dituduh Begal

Yohanes IpoiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 18.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kronologi Santri di Karawang Dianiaya dan Disiram Air Panas Usai Dituduh Begal
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Seorang santri remaja berinisial AM yang baru berusia 17 tahun diduga menjadi korban penganiayaan berat serta penyiraman air panas di wilayah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Insiden nahas tersebut bermula dari sebuah kesalahpahaman yang tragis ketika korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya pada malam hari. Warga setempat yang berada di sekitar lokasi kejadian diduga salah mengira dan secara sepihak menuduh remaja tersebut sebagai pelaku kejahatan jalanan atau begal. Kasus kekerasan fisik yang menimpa santri ini sekarang telah mendapatkan perhatian serius dan sedang ditangani secara langsung oleh Kepolisian Resor Kota atau

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Polresta Karawang
untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa dugaan penganiayaan ini terjadi di kawasan Jalan Cilutung, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Jumat, tanggal 31 Juli, sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelum mengalami insiden mengerikan itu, korban AM diketahui baru saja selesai menghadiri sebuah acara keagamaan berupa peringatan haul di salah satu pondok pesantren yang terletak di wilayah Kecamatan Pedes. Setelah seluruh rangkaian acara haul tersebut berakhir, korban bermaksud untuk segera pulang menuju kediamannya yang berada di kawasan Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya pada malam hari itu, korban harus melintasi Jalan Cilutung yang kondisinya sangat gelap dan sepi dari aktivitas warga. Suasana jalanan yang sunyi dan minim penerangan tersebut rupanya membuat korban merasa ketakutan saat mengendarai sepeda motornya. Rasa takut yang menyelimuti dirinya memecah konsentrasi berkendara hingga akhirnya korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Karena dilanda kepanikan yang luar biasa di tengah jalanan yang sepi dan gelap gulita tersebut, korban kemudian memutuskan untuk bangkit dan berlari meninggalkan sepeda motornya begitu saja di lokasi kejadian demi mencari tempat yang dirasa lebih aman.

Baca Juga

Kasus Penyerangan Pedang di Kiaracondong Bandung, Kronologi, Motif, dan Penangkapan Pelaku

Kasus Penyerangan Pedang di Kiaracondong Bandung, Kronologi, Motif, dan Penangkapan Pelaku

Tindakan korban yang berlari meninggalkan kendaraannya di tengah malam justru memicu kecurigaan yang berujung petaka. Tidak berselang lama setelah kejadian jatuhnya korban, ia didatangi oleh seorang warga setempat yang belakangan diketahui berprofesi sebagai seorang oknum petugas keamanan atau sekuriti. Bukannya mendapatkan pertolongan setelah terjatuh dari motornya, korban justru langsung dituduh sebagai komplotan pelaku begal yang kerap meresahkan masyarakat sekitar. Tuduhan tanpa bukti yang kuat tersebut kemudian berujung pada tindakan main hakim sendiri, di mana korban diduga mengalami serangkaian kekerasan fisik dari pihak yang mendatanginya pada malam kejadian tersebut.

Puncak dari dugaan tindakan penganiayaan tersebut adalah aksi penyiraman air panas yang diarahkan langsung kepada tubuh korban AM. Akibat siraman air panas dan kekerasan fisik yang diterimanya dari oknum warga tersebut, santri remaja ini menderita luka bakar yang cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya. Luka bakar tersebut teridentifikasi mengenai bagian perut, kedua tangan, serta kaki sebelah kanan korban. Untuk menyelamatkan nyawanya dan memberikan penanganan medis yang memadai, korban segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok pada hari Sabtu, tanggal 1 Agustus, sekitar pukul 00.30 WIB, dan langsung mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis.

Baca Juga

Deteksi Penyelundupan Narkoba oleh Kru Penerbangan di Bandara Internasional

Deteksi Penyelundupan Narkoba oleh Kru Penerbangan di Bandara Internasional

Terkait insiden dugaan penganiayaan salah sasaran ini, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, telah memberikan konfirmasinya pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki secara mendalam dugaan tindak pidana kekerasan fisik yang dialami oleh korban AM. Proses penyelidikan saat ini difokuskan untuk mengumpulkan bukti-bukti di tempat kejadian perkara serta mengusut tuntas pihak atau terlapor yang diduga kuat melakukan aksi penyiraman air panas tersebut. Polresta Karawang berkomitmen penuh untuk memproses kasus dugaan penganiayaan ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku guna memberikan keadilan yang seutuhnya bagi korban.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarawangSantriPolresta KarawangSalah Tuduh BegalPenganiayaan

Berita Terbaru Lainnya

Pergerakan Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah dan Mata Uang Global pada SeninMemastikan Kelancaran Ekspor Mineral Usai Tertahan Aturan Logam Tanah JarangAturan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk UtamaEkspor Turunan Nikel dan Timah Kembali Dibuka PemerintahMenyikapi Dampak Program Biodiesel B50 terhadap Harga Kelapa Sawit di Tingkat PetaniPresiden Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana MerdekaKasus Penyerangan Pedang di Kiaracondong Bandung, Kronologi, Motif, dan Penangkapan PelakuDeteksi Penyelundupan Narkoba oleh Kru Penerbangan di Bandara Internasional

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap