goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Menyikapi Dampak Program Biodiesel B50 terhadap Harga Kelapa Sawit di Tingkat Petani

Ding BalangDiterbitkan 3 Agu 2026 - 19.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menyikapi Dampak Program Biodiesel B50 terhadap Harga Kelapa Sawit di Tingkat Petani
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Implementasi program Biodiesel B50 yang resmi diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2026 menjadi perhatian di sektor industri kelapa sawit nasional. Berdasarkan keterangan dari Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Gulat Medali Emas Manurung, program B50 dinilai belum memberikan dampak terhadap kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Pernyataan ini disampaikan secara langsung dalam sebuah dialog bersama Shania Alatas pada program Squawk Box yang disiarkan oleh CNBC Indonesia. Menghadapi situasi harga yang belum membaik pasca implementasi B50, para petani sawit dan pemangku kepentingan perlu mengambil tindakan pengamatan dan penyesuaian. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh petani sawit dalam menyikapi dampak program Biodiesel B50.

Tahapan pertama yang perlu dilakukan oleh para petani adalah memantau secara rutin pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) berdasarkan kategori kemitraan. Saat ini, terdapat perbedaan rentang harga yang terlihat jelas di lapangan antara petani swadaya dan petani plasma. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh pihak APKASINDO, harga TBS untuk petani sawit swadaya saat ini berada di kisaran Rp 2.400 hingga Rp 3.200. Sementara itu, harga TBS untuk petani plasma tercatat berada di rentang Rp 2.800 hingga Rp 3.800. Petani perlu mencatat dan membandingkan harga ini secara berkala, terutama karena Gulat Medali Emas Manurung menegaskan bahwa sebelum adanya implementasi program B50, harga TBS yang diterima oleh petani berada di tingkat yang lebih baik.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Tahapan kedua adalah mengamati tren pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) di berbagai bursa komoditas domestik dan internasional. Evaluasi setelah tanggal 1 Juli 2026 menunjukkan bahwa harga CPO di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) serta di bursa berjangka komoditi (ICDX) tidak mengalami kenaikan dan justru terus menunjukkan tren penurunan. Pergerakan harga CPO baru menunjukkan sedikit kenaikan setelah adanya sentilan dari Presiden Prabowo. Saat itu, Presiden Prabowo menyoroti tingginya harga CPO yang terjadi di bursa Rotterdam. Meskipun komentar tersebut membuat harga CPO bergerak naik, kenaikan yang terjadi dinilai tidak signifikan. Petani disarankan untuk terus memantau informasi dari bursa KPBN, ICDX, dan Rotterdam sebagai rujukan indikator pasar.

Baca Juga

Memastikan Kelancaran Ekspor Mineral Usai Tertahan Aturan Logam Tanah Jarang

Memastikan Kelancaran Ekspor Mineral Usai Tertahan Aturan Logam Tanah Jarang

Tahapan ketiga bagi para petani, khususnya petani swadaya, adalah mendorong terwujudnya kemitraan resmi dengan pihak pengolah kelapa sawit. Pihak APKASINDO menyoroti pentingnya aturan yang mewajibkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk menjalin kemitraan dengan petani sawit swadaya. Melalui kemitraan yang terstruktur dengan PKS, petani swadaya diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha mereka di tengah harga pasar yang fluktuatif. Petani dapat berkoordinasi melalui wadah asosiasi untuk menyuarakan kewajiban kemitraan ini agar operasional Pabrik Kelapa Sawit dapat terintegrasi dengan hasil panen dari petani.

Tahapan keempat adalah mendukung peran pengawasan dari lembaga pemerintah yang berwenang, yaitu satgas pangan. APKASINDO menaruh harapan pada peran pemerintah melalui satgas pangan untuk dapat memperkuat pengawasan di sektor kelapa sawit. Pengawasan dari satgas pangan dinilai krusial untuk memastikan bahwa setiap regulasi, termasuk aturan kewajiban kemitraan bagi Pabrik Kelapa Sawit, dapat berjalan sesuai dengan ketentuan. Para petani dapat berpartisipasi dengan menginventarisasi kondisi harga dan penyerapan TBS di lapangan agar sejalan dengan upaya pengawasan pemerintah.

Baca Juga

Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk Utama

Dengan menerapkan langkah-langkah pemantauan harga TBS antara kelompok swadaya dan plasma, mengamati pergerakan bursa CPO di KPBN, ICDX, dan Rotterdam, serta mendorong kewajiban kemitraan dengan Pabrik Kelapa Sawit, petani dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar. Meskipun APKASINDO menilai bahwa program Biodiesel B50 tidak berdampak pada harga TBS di tingkat petani sejak diterapkan pada 1 Juli 2026, langkah proaktif dari para petani dan penguatan pengawasan oleh satgas pangan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan petani sawit swadaya ke depannya.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kelapa Sawitpetani sawitBiodiesel B50Harga TBSAPKASINDO

Berita Terbaru Lainnya

Memantau Informasi dan Status Penumpang Pascakebakaran KM Mutiara Sentosa 2Posko Pengaduan Sengketa Tanah DPRD DKI Jakarta Buka Hingga 31 Agustus 2026Pergerakan Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah dan Mata Uang Global pada SeninMemastikan Kelancaran Ekspor Mineral Usai Tertahan Aturan Logam Tanah JarangAturan Ekspor Logam Tanah Jarang Hanya Berlaku untuk Produk UtamaEkspor Turunan Nikel dan Timah Kembali Dibuka PemerintahPresiden Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana MerdekaKasus Penyerangan Pedang di Kiaracondong Bandung, Kronologi, Motif, dan Penangkapan Pelaku

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap