goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

KPK Geledah Belasan Rumah di Jawa Tengah Terkait Kasus Pemerasan Pemkab Pemalang

Marulitua PardedeDiterbitkan 9 Agu 2026 - 18.36 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KPK Geledah Belasan Rumah di Jawa Tengah Terkait Kasus Pemerasan Pemkab Pemalang
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat daerah. Kali ini, perhatian lembaga antirasuah tersebut tertuju pada wilayah Jawa Tengah, khususnya mengenai dugaan praktik lancung yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Penyelidikan atas kasus dugaan korupsi yang berbentuk pemerasan ini langsung berlanjut ke tahap penggeledahan intensif. Langkah hukum tersebut diambil guna mengumpulkan berbagai alat bukti yang kuat untuk membongkar praktik pemerasan yang diduga melibatkan oknum di lingkungan pemerintahan daerah tersebut. Melalui tindakan nyata ini, KPK berusaha mengurai benang kusut yang menyelimuti tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pemalang.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Aktivitas penggeledahan oleh tim penyidik KPK dilakukan secara maraton selama beberapa hari. Berdasarkan informasi resmi, operasi penggeledahan tersebut berlangsung sejak hari Rabu hingga hari Sabtu, yakni dari tanggal 5 Agustus sampai dengan 8 Agustus 2026. Skala penggeledahan ini terbilang cukup luas karena tidak hanya berpusat di satu titik administratif saja, melainkan mencakup 15 rumah yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Secara rinci, tim penyidik KPK mendatangi sepuluh rumah yang berlokasi di Kabupaten Pemalang, dua rumah di wilayah Tegal, dua rumah di Pekalongan, serta satu rumah yang berada di Semarang. Penyebaran lokasi penggeledahan ini menunjukkan bahwa sebaran informasi dan potensi keberadaan barang bukti terkait perkara pemerasan ini memang melintasi batas-batas wilayah kabupaten.

Dalam rangkaian penggeledahan di belasan rumah tersebut, perhatian utama penyidik tertuju pada dokumen-dokumen yang berkaitan erat dengan proyek pembangunan daerah. Secara spesifik, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen yang memiliki hubungan langsung dengan berbagai proyek di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang. Keterlibatan dokumen dari Dinas PUPR ini memberikan indikasi awal mengenai sektor yang rentan terhadap praktik pemerasan di lingkungan Pemkab Pemalang. Penyitaan dokumen-dokumen proyek ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana mekanisme proyek berjalan serta di mana celah pemerasan tersebut diduga terjadi.

Baca Juga

KAI Catat 14.890 Barang Penumpang Tertinggal dengan Estimasi Nilai Rp10,84 Miliar

KAI Catat 14.890 Barang Penumpang Tertinggal dengan Estimasi Nilai Rp10,84 Miliar

Selain dokumen fisik terkait proyek Dinas PUPR Pemalang, KPK juga mengamankan berbagai barang bukti digital yang dinilai sangat krusial dalam era modern ini. Tim penyidik menyita barang bukti elektronik berupa telepon genggam (handphone) serta file-file elektronik dari lokasi penggeledahan. Tidak berhenti di situ saja, penyidik juga memperluas pencarian bukti dengan menyita rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sebuah hotel yang berlokasi di Magelang. Penyitaan rekaman CCTV dari hotel di Magelang ini menjadi salah satu petunjuk penting yang memperlihatkan adanya aktivitas di luar wilayah Pemalang yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan rangkaian peristiwa pemerasan yang sedang disidik oleh KPK.

Meskipun penggeledahan di 15 rumah telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan banyak temuan barang bukti, proses hukum ini masih berada pada tahap awal penyidikan. Seluruh barang bukti yang telah diamankan鈥攎ulai dari dokumen proyek Dinas PUPR Pemalang, telepon genggam, berkas elektronik, hingga rekaman CCTV hotel di Magelang鈥攌ini harus melalui proses analisis yang mendalam oleh tim penyidik KPK. Analisis ini ditujukan untuk memperkuat alat bukti tambahan yang diperlukan guna membangun konstruksi perkara yang utuh. Publik saat ini masih harus menunggu informasi lebih lanjut mengenai siapa saja pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka dan bagaimana pembagian peran masing-masing pihak dalam kasus pemerasan ini, karena proses analisis bukti masih terus berjalan.

Baca Juga

Inflasi Pabrik China Melandai Seiring Meredanya Tekanan Harga Minyak

Inflasi Pabrik China Melandai Seiring Meredanya Tekanan Harga Minyak

Tindakan tegas KPK ini memicu perhatian luas dari masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Pemalang, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Magelang yang daerahnya menjadi lokasi penggeledahan. Di satu sisi, langkah cepat KPK dalam menggeledah 15 rumah dinilai sebagai upaya serius untuk membersihkan birokrasi Pemkab Pemalang dari praktik pemerasan yang merugikan pembangunan daerah. Di sisi lain, proses hukum ini juga menimbulkan ketidakpastian sementara mengenai kelanjutan proyek-proyek di Dinas PUPR Pemalang yang dokumennya kini disita oleh penyidik. Kejelasan mengenai status hukum proyek-proyek tersebut serta pihak-pihak yang terlibat langsung menjadi hal yang sangat dinantikan guna memastikan tata kelola pemerintahan di Pemkab Pemalang dapat kembali berjalan dengan bersih dan transparan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKKorupsiPemkab PemalangJawa Tengah

Berita Terbaru Lainnya

KAI Catat 14.890 Barang Penumpang Tertinggal dengan Estimasi Nilai Rp10,84 MiliarIntegrasi Layanan Informasi Publik Pertamina, Apa Saja yang Perlu Anda Ketahui?Inflasi Pabrik China Melandai Seiring Meredanya Tekanan Harga MinyakMengukur Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo SubiantoPenyidikan Kasus Pemerasan Bupati Pemalang Nonaktif, KPK Sita Dokumen Proyek Dinas PUPR dan Rekaman CCTVTokopedia dan Shopee Kembalikan Dana PPh Pedagang Usai Penundaan PajakPemerintah Didorong Susun Kebijakan Kolaborasi Adil demi Pertumbuhan Ekonomi DigitalPromo Tangga Lipat Aluminium di Transmart Full Day Sale Hari Ini

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026