Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa penyerangan yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) di wilayah perairan internasional. Pihak kementerian membenarkan informasi bahwa terdapat tiga orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban dalam sebuah aksi serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman. Ketiga WNI tersebut diketahui tengah berada di atas kapal dagang bernama MV Tihamah saat insiden penyerangan terjadi.
Kapal MV Tihamah yang menjadi sasaran serangan drone dari kelompok Houthi tersebut mengangkut total 11 orang anak buah kapal. Komposisi kru di dalam kapal dagang tersebut terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga warga negara Indonesia. Dari tiga kru berkebangsaan Indonesia, satu ABK dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan pascaserangan dan dipastikan tidak memerlukan perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, satu orang ABK WNI lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Terkait nasib satu orang ABK WNI lainnya, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa korban telah meninggal dunia. Laporan mengenai kematian satu WNI ini awalnya disampaikan oleh koresponden dari media Al Arabiya dan Al Hadath pada hari Selasa, 11 Agustus. Selain itu, kantor berita Anadolu juga mengabarkan bahwa seorang warga negara Indonesia termasuk dalam daftar tiga kru yang tewas akibat serangan terhadap kapal dagang di perairan tersebut. Namun, Kemlu RI menegaskan bahwa laporan mengenai kematian satu ABK asal Indonesia tersebut saat ini masih berada dalam proses verifikasi guna memastikan kebenarannya.
BSSN Raih Opini WTP Laporan Keuangan 2025 dan Tuntaskan Rekomendasi BPK

Keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi para ABK WNI ini disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Dalam pernyataannya kepada para wartawan di Jakarta pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Antara, Heni Hamidah menjelaskan situasi terkini dan langkah-langkah penanganan yang sedang diambil oleh pihak pemerintah Indonesia untuk melindungi warganya yang terdampak konflik di kawasan tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus memantau perkembangan situasi di lapangan. KBRI Muscat telah berhasil menjalin komunikasi dan terhubung langsung dengan para ABK WNI yang berada di kapal MV Tihamah untuk memantau perkembangan kondisi mereka secara berkala. Selain itu, KBRI Muscat juga tengah aktif berkomunikasi dengan otoritas-otoritas terkait untuk mendapatkan konfirmasi resmi mengenai kondisi serta keberadaan para kru WNI tersebut. Pihak KBRI Muscat bahkan sedang mempertimbangkan opsi untuk memfasilitasi proses pemulangan atau repatriasi para ABK WNI kembali ke tanah air, apabila situasi dan kondisi di lapangan nantinya dinilai memungkinkan untuk dilakukan.
Berapa Uang Saku dan Bonus Paskibraka? Ini Rincian dan Aturannya

Di sisi lain, stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah, Al-Jumhuriya TV, melaporkan pada hari Selasa bahwa serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman tersebut juga menewaskan dua orang warga negara Pakistan. Pada laporan awalnya, Al-Jumhuriya TV belum mengungkapkan secara detail mengenai nama kapal yang diserang maupun kepemilikan kapal tersebut. Hingga saat berita ini diturunkan, kelompok Houthi sendiri dilaporkan belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun terkait dengan serangan drone tersebut. Perlu diketahui bahwa Selat Bab Al-Mandeb, tempat terjadinya insiden ini, merupakan pintu gerbang masuk menuju Laut Merah yang terletak di sebelah barat Semenanjung Arab.






