Polda Jawa Timur kini tengah menangani laporan dugaan penipuan bermodus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diduga melibatkan oknum militer aktif di wilayah tersebut. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah sejumlah korban memutuskan untuk melaporkan perkara tersebut ke pihak berwajib karena mengalami kerugian materi yang sangat besar. Penyelidikan oleh kepolisian setempat diharapkan dapat memperjelas peran masing-masing pihak yang terlibat serta melacak aliran dana yang dikumpulkan dari puluhan korban yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur.
Awal mula penipuan ini terjadi ketika para pelapor mengikuti seleksi resmi penerimaan CPNS pada periode tahun 2024-2025 untuk berbagai instansi. Setelah dinyatakan gagal pada tahap akhir seleksi resmi tersebut, mereka didatangi oleh beberapa oknum yang masih aktif berdinas di sejumlah instansi militer di Jawa Timur. Oknum-oknum militer tersebut menawarkan bantuan dengan modus adanya seleksi susulan agar para korban bisa tetap lolos menjadi pegawai negeri sipil. Para korban kemudian diarahkan kepada seorang berinisial OP, yang merupakan pemilik lembaga pelatihan kerja bernama PT PTC yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.








