goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Istri Satpam Korban Pembunuhan di Jatiluhur Masih Menanti Keadilan

Ding BalangDiterbitkan 8 Agu 2026 - 18.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Istri Satpam Korban Pembunuhan di Jatiluhur Masih Menanti Keadilan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kasus pembunuhan terhadap seorang petugas keamanan atau satpam yang terjadi di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, hingga kini masih belum berhasil terungkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa kematian Sumarna, yang bekerja sebagai satpam di kawasan waduk tersebut, menyisakan duka yang sangat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya. Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan hingga saat ini, pihak keluarga korban terus menanti dengan penuh harapan akan adanya keadilan serta titik terang yang jelas atas meninggalnya sang kepala keluarga.

Siti Mariam, yang merupakan istri dari almarhum satpam Sumarna, harus menanggung beban berat dan menghadapi situasi yang sangat sulit ini seorang diri. Saat ditemui langsung di kediamannya pada hari Sabtu (8/8) sore hari, Siti Mariam membagikan cerita mengenai kondisi terkini keluarganya setelah ditinggal pergi oleh suaminya. Ia menyampaikan rasa syukurnya karena anak-anaknya saat ini berada dalam keadaan yang sehat walafiat. Kendati demikian, ia mengakui bahwa kondisi kesehatannya sendiri saat ini agak kurang sehat akibat beban pikiran yang terus-menerus tertuju pada perkembangan kasus pembunuhan suaminya yang belum juga menemui kejelasan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Hingga waktu pertemuan tersebut, belum ada informasi terbaru yang secara resmi disampaikan oleh pihak kepolisian kepada keluarga korban mengenai bagaimana perkembangan dari penyelidikan kasus kematian Sumarna. Padahal, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah memberikan perhatian khusus dengan menurunkan tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus kematian satpam di Jatiluhur ini. Dalam rangkaian proses penyelidikan yang telah berjalan, aparat kepolisian tercatat setidaknya sudah memeriksa sebanyak 32 orang saksi guna mengumpulkan petunjuk penting. Dari puluhan saksi yang dimintai keterangan tersebut, Siti Mariam sendiri telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian sebanyak tiga kali.

Di tengah penantian panjang yang penuh dengan ketidakpastian tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) hadir untuk memberikan bantuan langsung kepada keluarga dari satpam yang dibunuh di kawasan Waduk Jatiluhur tersebut. Kehadiran bantuan sosial dari Kemensos ini tentunya bernilai sangat berarti bagi kelangsungan hidup keluarga korban yang ditinggalkan secara mendadak. Terlebih lagi, jika melihat data ketenagakerjaan secara umum, kelompok pekerja di sektor informal yang rentan memang masih sangat mendominasi struktur ketenagakerjaan dengan persentase yang mencapai angka 59,30%.

Baca Juga

Respons Bahlil Lahadalia Setelah Kinerja Sektor Energi Dipuji Presiden Prabowo

Respons Bahlil Lahadalia Setelah Kinerja Sektor Energi Dipuji Presiden Prabowo

Kondisi belum terungkapnya kasus pembunuhan Sumarna di Waduk Jatiluhur ini tampak berbanding terbalik dengan keberhasilan aparat penegak hukum di beberapa daerah lain yang sukses mengungkap berbagai kasus kejahatan berat. Sebagai contoh, di wilayah Purwakarta sendiri, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta telah berhasil menangkap pelaku bernama Fajar Sugama. Fajar Sugama diketahui merupakan pelaku di balik kasus pembunuhan seorang marbot di Masjid Al-Muhajirin. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, motif yang diduga melatarbelakangi aksi keji Fajar Sugama tersebut adalah rasa sakit hati karena dirinya kerap kali diejek oleh korban.

Selain pengungkapan kasus di Purwakarta tersebut, aparat kepolisian di daerah lain juga menunjukkan hasil kerja yang cepat. Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) berhasil meringkus dua orang remaja yang menjadi pelaku kejahatan perampokan, penculikan, sekaligus pembunuhan terhadap seorang bos atau pemilik konter handphone (HP) yang berlokasi di daerah Ambarawa. Keberhasilan penangkapan pelaku kejahatan ini menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam menindak tegas tindakan kriminalitas yang meresahkan masyarakat di berbagai wilayah.

Kasus kejahatan dengan kekerasan lainnya yang juga berhasil diungkap oleh pihak kepolisian terjadi di Deli Serdang dan Depok. Di Deli Serdang, seorang personel Sabhara Polresta Deli Serdang yang diketahui berinisial RRF telah ditangkap oleh petugas setelah melakukan pembunuhan terhadap seorang warga lanjut usia (lansia). Tindakan keji tersebut dilakukan oleh RRF lantaran dirinya merasa sakit hati setelah permintaannya untuk meminjam uang sebesar Rp50 juta ditolak oleh korban lansia tersebut. Tragisnya, pelaku berinisial RRF ini bahkan sempat masuk kerja seperti biasa setelah selesai melakukan aksi pembunuhan tersebut sebelum akhirnya diringkus.

Baca Juga

Inovasi Pengeboran Pertamina Hulu Energi di Wilayah New Frontier

Inovasi Pengeboran Pertamina Hulu Energi di Wilayah New Frontier

Sementara itu, di daerah Depok, aparat kepolisian juga sukses mengamankan seorang pelaku berusia 26 tahun yang bernama Saiful atas kasus pembunuhan yang disertai dengan tindakan mutilasi terhadap korban bernama Kunaefi. Berdasarkan penyelidikan, pelaku bernama Saiful tersebut awalnya mengenal korban Kunaefi melalui interaksi di dunia maya. Jasad korban Kunaefi sendiri ditemukan di kawasan Pancoran Mas. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Saepul tersebut akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian di wilayah Pandeglang.

Berbagai keberhasilan yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus kriminalitas di daerah lain tersebut tentunya menumbuhkan secercah harapan di hati Siti Mariam. Ia sangat berharap agar penyelidikan atas kasus kematian suaminya, Sumarna, di kawasan Waduk Jatiluhur dapat segera berjalan dengan progres yang signifikan dan membuahkan hasil konkret. Dengan demikian, keadilan yang selama ini dinanti-nantikan oleh pihak keluarga korban dapat segera terwujud sepenuhnya.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PurwakartaPolda JabarKriminalWaduk Jatiluhur

Berita Terbaru Lainnya

Respons Bahlil Lahadalia Setelah Kinerja Sektor Energi Dipuji Presiden PrabowoInovasi Pengeboran Pertamina Hulu Energi di Wilayah New FrontierPanduan Layanan Bus Transjakarta Rute Bunderan Senayan-Ancol Saat Car Free DayLonjakan Korban Jiwa di Ukraina dan Laporan Mobilisasi Paksa Warga Sipil RusiaAlasan Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Menangis Haru di Hadapan Seskab TeddyPenyesuaian Skema Kerja ASN DKI Jakarta dan Layanan Publik Pascakebakaran Gedung Abdul MuisKasus Penipuan Seleksi CPNS Jawa Timur Menyeret Oknum Militer dan Lembaga Pelatihan SidoarjoDugaan Penganiayaan oleh Direskrimum Polda Sumbar Kombes TF, Kronologi dan Pelaporan Hukum

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap