Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengumumkan langkah strategis baru pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Pusat, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Mohamad Risal Wasal, memaparkan rencana pengembangan superapp berbasis big data. Aplikasi terpadu ini dirancang untuk menyatukan seluruh layanan transportasi nasional, baik untuk angkutan penumpang maupun barang. Langkah ini menjadi jawaban atas kendala integrasi yang selama ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Melalui platform digital ini, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem transportasi yang saling terhubung tanpa sekat.
Menurut penjelasan Risal, tantangan utama dalam konektivitas nasional saat ini tidak lagi terletak pada jumlah atau ketersediaan armada yang beroperasi di lapangan. Persoalan mendasar justru ada pada kualitas integrasi antarmoda yang belum optimal, sehingga sering kali menyulitkan pengguna dalam berpindah dari satu sarana transportasi ke sarana lainnya. Dengan superapp ini, Kemenhub berupaya menjembatani kesenjangan tersebut melalui konsolidasi data secara real-time. Data yang dihimpun mencakup ketersediaan (supply), permintaan (demand), hingga aspek operasional dari seluruh operator transportasi, mulai dari jalur darat, laut, udara, hingga kereta api. Pengumpulan data terpusat ini diharapkan dapat meminimalkan waktu tunggu penumpang dan mengoptimalkan rute perjalanan.








