goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Perkembangan Kasus Penyelundupan 26 Kg Ekstasi oleh Kopilot Malaysia Airlines

Agus KusumaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 07.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perkembangan Kasus Penyelundupan 26 Kg Ekstasi oleh Kopilot Malaysia Airlines
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Bagaimana awal mula pengungkapan kasus yang melibatkan awak kabin maskapai asing ini? Peristiwa bermula ketika petugas Bea Cukai di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta menaruh curiga terhadap hasil pindai X-ray dari barang bawaan seorang penumpang. Penumpang tersebut diketahui bernama Mohd Saufi bin Othman, pria berumur 39 tahun yang bekerja sebagai kopilot untuk Malaysia Airlines. Usai temuan awal tersebut, pihak Bea Cukai segera melimpahkan tersangka kepada

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Bareskrim Polri
guna menjalani proses hukum. Kasus dugaan penyelundupan narkotika ini pun kini mendapat perhatian serius dan turut diselidiki oleh aparat kepolisian di Malaysia.

Apa saja barang bukti yang berhasil disita oleh petugas di lapangan? Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis ekstasi dalam jumlah masif, yakni lebih dari 70 ribu butir dengan total berat mencapai 26 kilogram. Tidak hanya itu, aparat juga mendapati sebuah botol kecil yang berisi urine cadangan milik pelaku. Cairan tersebut diduga sengaja dipersiapkan oleh tersangka untuk mengelabui petugas apabila ada tes urine mendadak. Namun, hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pihak berwenang membuktikan bahwa Saufi positif menggunakan tiga jenis obat-obatan terlarang.

Berapa imbalan yang dijanjikan kepada tersangka untuk melancarkan aksi ini? Berdasarkan keterangan dari Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, tersangka menerima perintah dari seseorang untuk mengantarkan puluhan kilogram ekstasi tersebut ke Jakarta. Sebagai imbalan, Saufi dijanjikan bayaran sebesar 50.000 RM, atau sekitar Rp219.400.825. Modus operandi yang digunakan mengharuskan tersangka untuk bersiaga di sebuah tempat penginapan setibanya di Jakarta. Ia kemudian menunggu instruksi lanjutan dari pengendali jaringan untuk menyerahkan barang haram tersebut kepada pihak penerima yang akan mendatangi hotelnya.

Baca Juga

Alasan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tidak Menggunakan Sekoci Saat Kebakaran

Alasan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tidak Menggunakan Sekoci Saat Kebakaran

Apakah ini merupakan pelanggaran pertama yang dilakukan oleh sang kopilot? Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian mengungkap bahwa tersangka merupakan pemain lama. Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaludin Amin, mengonfirmasi bahwa Saufi tercatat telah tiga kali berupaya memasukkan narkotika ke wilayah Indonesia. Dari total tiga kali operasi tersebut, dua pengiriman ditujukan ke Jakarta, sementara satu pengiriman lainnya menyasar wilayah berbeda. Rekam jejak ini menjadi catatan penting bagi kepolisian dalam membongkar jaringan sindikat narkotika yang memanfaatkan kru maskapai penerbangan sipil.

Bagaimana respons dari pihak maskapai terkait kasus yang menjerat pegawainya? Manajemen Malaysia Airlines telah memberikan pernyataan bahwa mereka bersedia bekerja sama penuh dengan penegak hukum di Indonesia dan menghormati proses peradilan yang sedang berjalan. Perusahaan penerbangan tersebut juga menegaskan sikap tegas mereka yang menolak segala bentuk tindak pidana dari para pekerjanya. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak maskapai tengah menggelar evaluasi internal guna menelusuri bagaimana insiden pelanggaran berat ini bisa terjadi di lingkungan kerja mereka.

Baca Juga

Dampak Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah Kota Padang

Dampak Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah Kota Padang

Apa tindakan yang diambil oleh otoritas keamanan di negara asal tersangka? Kepolisian Malaysia bergerak cepat dengan berupaya mengidentifikasi satu orang petugas yang berdinas di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Proses interogasi juga menyasar sejumlah staf keamanan bandara untuk mencari tahu celah yang membuat puluhan kilogram ekstasi tersebut lolos dari deteksi. Di samping itu, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, menyebutkan bahwa pihaknya masih menanti persetujuan dari aparat hukum Indonesia. Jika izin telah dikantongi, tim dari Malaysia akan diberangkatkan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap tersangka.

Bagaimana kelanjutan investigasi lintas negara ini ke depannya? Kolaborasi antara penegak hukum Indonesia dan Malaysia terus diperkuat guna membongkar jaringan sindikat secara utuh. Bareskrim Polri saat ini memusatkan perhatian pada penyelesaian berkas perkara Saufi sekaligus memburu pihak penerima barang di Jakarta. Pada saat yang sama, otoritas Malaysia terus memperdalam investigasi internal di KLIA demi mencegah terulangnya insiden serupa. Kedua negara berupaya memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai peredaran obat terlarang ini dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bareskrim Polripenyelundupan narkobaBandara Soekarno-HattaBea CukaiMalaysia Airlines

Berita Terbaru Lainnya

Alasan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tidak Menggunakan Sekoci Saat KebakaranDampak Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah Kota PadangPenangkapan Pria Bersenjata Ilegal di Lapangan Golf Donald Trump CaliforniaAmerika Serikat Cabut Visa Duta Besar Brasil Buntut Perselisihan PemiluIHSG Tembus 6.319, Investor Asing Akumulasi Saham Perbankan Berkapitalisasi BesarPenjelasan OJK Terkait Isu Defisit Anggaran 2025 dan Dampak Transisi RegulasiGempa Magnitudo 5,6 Guncang Barat Laut Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi TsunamiFebrie Adriansyah Diberhentikan Sementara, Tim Hukum Siapkan Dua Gugatan Praperadilan

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap