goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Amerika Serikat Cabut Visa Duta Besar Brasil Buntut Perselisihan Pemilu

Togar PanjaitanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 08.46 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Amerika Serikat Cabut Visa Duta Besar Brasil Buntut Perselisihan Pemilu
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Brasil kini tengah menghadapi ujian serius setelah Washington memutuskan untuk mencabut visa Duta Besar Brasil untuk Amerika Serikat, Maria Luiza Ribeiro Viotti. Langkah tegas ini diambil sebagai respons langsung atas tindakan pemerintah Brasil yang sebelumnya menolak memberikan visa kepada dua pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Ketegangan ini memperlihatkan bagaimana isu domestik, khususnya terkait integritas pemilu, dapat berimbas langsung pada hubungan bilateral kedua negara besar di belahan bumi barat tersebut.

Perselisihan ini berawal dari rencana kunjungan dua pejabat penting Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Riley M. Barnes dan Samuel Samson, yang dijadwalkan melawat ke Brasil pada akhir Juli. Agenda utama kunjungan kedua pejabat tersebut adalah untuk membahas berbagai isu krusial seperti kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, serta integritas pemilu. Selain itu, Barnes dan Samson juga memiliki agenda untuk bertemu dengan Flávio Bolsonaro, seorang kandidat sayap kanan yang juga merupakan putra dari mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Rencana pertemuan dengan Flávio Bolsonaro inilah yang kemudian memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pemerintah Brasil. Sebelum rencana kunjungan tersebut, Flávio Bolsonaro sempat melontarkan pernyataan yang mempertanyakan keandalan mesin pemungutan suara elektronik yang digunakan dalam sistem pemilu Brasil di hadapan para diplomat. Meskipun klaim mengenai kerentanan mesin pemilu tersebut telah ditolak secara resmi oleh Mahkamah Agung Pemilu Brasil, rencana pertemuan pejabat Amerika Serikat dengan tokoh oposisi ini dinilai sensitif. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menuduh para pejabat Amerika Serikat tersebut memiliki niat tersembunyi untuk mencampuri urusan pemilu di negaranya. Tuduhan intervensi ini langsung dibantah oleh pihak Amerika Serikat, yang menyebut klaim tersebut sama sekali tidak berdasar.

Baca Juga

Hasil Autopsi dan Penyelidikan Kematian Dokter PPDS Universitas Riau di Siak

Hasil Autopsi dan Penyelidikan Kematian Dokter PPDS Universitas Riau di Siak

Sebagai buntut dari penolakan visa terhadap Barnes dan Samson, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengambil tindakan balasan dengan mencabut visa diplomatik milik Duta Besar Maria Luiza Ribeiro Viotti. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk tindakan timbal balik atau resiprokal. Pihak Washington menyatakan telah mencoba membangun komunikasi secara terus-menerus dengan pemerintah Brasil selama berminggu-minggu guna menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Namun, Amerika Serikat menilai Brasil terus menunda-nunda dan mengaburkan substansi persoalan yang ada. Meskipun visa sang duta besar dicabut, pejabat Amerika Serikat menegaskan bahwa keputusan ini tidak berarti Viotti diusir dari negara tersebut. Kendati demikian, opsi diplomatik tambahan lainnya tetap disiapkan oleh Washington jika situasi tidak kunjung membaik.

Reaksi keras juga datang dari pihak Brasil. Kepresidenan Republik Brasil menyampaikan kepada BBC bahwa alasan yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk mencabut visa utusan mereka adalah palsu. Di tengah ketegangan visa ini, hubungan kedua negara juga dibayangi oleh proses birokrasi penunjukan diplomat baru. Pemerintah Brasil hingga kini belum memberikan persetujuan terhadap Daniel Perez, calon Duta Besar Amerika Serikat untuk Brasil yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump. Pihak Brasil menyatakan bahwa mereka tetap mematuhi hukum internasional dan saat ini permohonan persetujuan untuk Perez masih dalam proses peninjauan.

Ketegangan ini terjadi di tengah dinamika politik luar negeri Brasil yang sedang cukup bergejolak. Selain berselisih dengan Amerika Serikat, Brasil baru-baru ini juga terlibat ketegangan diplomatik dengan tetangganya, Argentina. Brasil sempat memanggil Duta Besar Argentina untuk Brasil serta menarik duta besarnya sendiri dari Buenos Aires setelah Presiden Argentina, Javier Milei, melontarkan pernyataan yang menyebut Presiden Lula da Silva sebagai seorang pencuri.

Baca Juga

Kemenkes Tanggapi Komentar Nirempati Tenaga Kesehatan Terhadap Pasien BPJS

Kemenkes Tanggapi Komentar Nirempati Tenaga Kesehatan Terhadap Pasien BPJS

Di panggung global yang lebih luas, Presiden Lula da Silva terus aktif menyuarakan berbagai agenda internasional. Bersama dengan Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros, Lula mendesak para pemimpin G7 untuk segera menyepakati aturan pembagian manfaat patogen guna mencegah potensi pandemi di masa depan. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Lula da Silva untuk membahas sejumlah isu penting, mulai dari sengketa tarif dagang hingga masalah intervensi dalam kasus hukum yang menjerat mantan Presiden Jair Bolsonaro. Mantan Presiden Jair Bolsonaro sendiri saat ini telah dipindahkan ke unit tahanan khusus yang dilengkapi dengan fasilitas dapur pribadi dan kasur ganda berdasarkan perintah hakim. Hubungan antara Trump dan Brasil juga diwarnai kritik dari berbagai pemimpin dunia menjelang KTT Iklim COP30 yang akan digelar di Brasil, menyusul penolakan Trump terhadap sains iklim.

Perkembangan situasi diplomatik antara Washington dan Brasilia ini menunjukkan betapa rumitnya jalinan hubungan internasional ketika isu kedaulatan pemilu domestik bersinggungan dengan agenda diplomasi luar negeri. Publik kini menanti apakah dialog bilateral mendatang mampu meredakan ketegangan atau justru memicu tindakan diplomatik yang lebih keras dari kedua belah pihak.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatDiplomasiBrasilLuiz Inácio Lula da Silva

Berita Terbaru Lainnya

Kritik Korupsi Lewat Tawa, Mengapa KPK Menggunakan Komedi Berdiri?Harga Minyak Brent Stabil di Level 79 Dolar AS per Barel Setelah Koreksi TajamHasil Autopsi dan Penyelidikan Kematian Dokter PPDS Universitas Riau di SiakKemenkes Tanggapi Komentar Nirempati Tenaga Kesehatan Terhadap Pasien BPJSAlasan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tidak Menggunakan Sekoci Saat KebakaranDampak Banjir Bandang di Sejumlah Wilayah Kota PadangPenangkapan Pria Bersenjata Ilegal di Lapangan Golf Donald Trump CaliforniaIHSG Tembus 6.319, Investor Asing Akumulasi Saham Perbankan Berkapitalisasi Besar

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional · 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional · 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan · 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga · 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi · 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap