Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memanfaatkan jalur budaya populer untuk memperkuat kampanye antikorupsi, salah satunya melalui media komedi berdiri. Langkah ini direalisasikan lewat acara khusus bernama Operasi Tangkap Tawa (OTT). Di bawah kerangka Trisula Pemberantasan Korupsi, lembaga ini menjalankan fungsi pendidikan antikorupsi dengan mendekati masyarakat melalui humor. Melalui strategi ini, KPK berupaya membangun persepsi publik yang kuat dalam menentang praktik korupsi dengan cara yang lebih segar dan mudah diterima oleh khalayak luas.
Bagaimana KPK menggunakan komedi berdiri sebagai bagian dari strategi pemberantasan korupsi?








