Malam sunyi di kota Cali, Kolombia, mendadak berubah menjadi neraka pada dini hari tanggal 7 Agustus 1956. Tepat pukul 01.05 waktu setempat, ketika sebagian besar dari sekitar 240.000 penduduk kota tersebut sedang terlelap dalam tidur mereka, sebuah ledakan berkekuatan dahsyat mengguncang seisi kota. Kejadian mengerikan ini berawal dari tujuh truk militer milik Tentara Nasional yang tengah berhenti di kota tersebut. Truk-truk ini tidak membawa muatan biasa, melainkan mengangkut total 42 ton dinamit. Kendaraan militer tersebut awalnya berangkat dari Buenaventura dan sedang melakukan perjalanan panjang menuju ibu kota Bogot谩. Muatan dinamit tersebut sedianya akan digunakan untuk mendukung proyek pekerjaan umum pemerintah, namun perjalanan mereka terhenti secara tragis di Cali dan menyisakan lembaran sejarah kelam bagi Kolombia.








